Sabtu, 29 Agustus 2026
Daerah  

Bahas soal Bantuan Rumah Ibadah, Sekretaris BPKAD Jadi Bulan-bulanan Dewan

PALU EKSPRES, PALU – Rapat gabungan Komisi DPRD Sulteng yang membahas bantuan sosial ke rumah ibadah, berlangsung dalam tempo tinggi. Anggota DPRD melalui Lukky Semen, Nurbaya, Aminullah BK, Huismant Bram, Hasan Patongai memborbardir, Sudirman, Sekretaris Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang hari itu tampil ”solo” mewakili Kepala BPKAD Eda Nureli karena berhalangan hadir.

Huismant Bram dari PDIP, menanyakan maksud BPKAD Sulteng tidak membayarkan bantuan sosial 2016. Padahal mayoritas bantuan itu sudah masuk dalam APBD 2016. Anggota lainnya, Lukky Semen juga dari fraksi PDIP malah lebih tegas.

Ia menuding BPKAD sebagai mitra yang tidak becus mengurus manajemen keuangan Pemda. Buktinya, anggaran yang sudah masuk dalam APBD justru tidak bisa dibayarkan. Lukky mengatakan, dengan model pengelolaan keuangan seperti ini, membuat anggota DPRD Sulteng tidak dihargai di mata masyarakat.
”Minggu depan kita reses, kalau begini caranya kita dianggap pembohong karena tidak menepati janji,” ujar Lukky berang.

Mantan anggota DPRD Kota Palu ini, menyentil kebiasaan pejabat di BPKAD yang tidak mengangkat telepon untuk sekadar koordinasi. Pihaknya sering berkoordinasi dengan BPKAD melalui telepon.

”Dan setiap kali ada telepon masuk dari Komisi II sebagai mitra, selalu diabaikan,” kesalnya. Untuk 2016 saja ungkap dia, usulan masyarakat yang proposalnya sudah masuk di BPKAD senilai Rp600 juta.

Sedangkan Nurbaya dari Fraksi PKS, menyoroti kebiasaan oknum di instansi pimpinan Eda Nureli yang gemar mengganti mata anggaran padahal sudah disetujui di Dewan.

”Tolong Pak itu, ada oknum yang suka ganti-ganti mata anggaran di BPKAD, kenapa lancang seperti itu,” kritiknya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Aminullah BK, Hasan Patongai, I Nyoman Slamet dan beberapa anggota dewan lainnya.

Menanggapi serangan bertubi-tubi itu, Sekretaris  BPKAD Sudirman merespons santai suara keras para koleganya itu. Menurutnya, pemerintah hanya akan merespons proposal usulan yang lengkap.

Jika ada persyaratan yang tidak terpenuhi maka usulan itu tidak akan dicairkan. Untuk 2016 saja ada 64 proposal yang masuk. Dari jumlah itu baru empat yang bisa dibayarkan. Dan dalam waktu dekat ini menyusul enam proposal yang akan dibayarkan.
”Sisanya kami berkomitmen tetap dicairkan,” ungkap Sudirman.

Selanjutnya, proposal pada 2017 sebanyak 176 buah. Dan ini juga diupayakan akan dibayarkan pada 2017. Jawaban Sudirman ini juga membuat sejumlah anggota dewan meradang.

”Kalau 2016 ada 64 proposal dan hanya 4 yang dibayar, lantas bagaimana nanti yang usulan 2017,” sergah Lukky dengan nada tinggi. Hingga pukul 15.00 wita proses rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin masih berlangsung.

(kia/Palu Ekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global