Jakarta, PaluEkspres.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru dan 80 Sekolah Garuda Transformasi untuk
mengejar kemajuan Indonesia di bidang sains dan teknologi. Sejalan dengan itu,
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus meninjau berbagai lokasi
yang berpotensi menjadi calon Sekolah Garuda.
Hari ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Stella Christie mengecek tiga lokasi calon Sekolah Garuda di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Lokasi pertama di Dusun Monton Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur; lokasi kedua di Tanah SMKN 1 Mempawah Timur; dan Lokasi ketiga di Jalan Pangsuma Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.
Wamen Stella mengatakan pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya berorientasi
pada ketersediaan lahan dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan ekosistem, kebutuhan masyarakat, serta potensi lokal.
“Kami melihat di lokasi ini menarik karena marwah untuk menjadikan daerah ini
sebagai pusat pendidikan cukup kuat. Dari sisi lahan juga cukup ideal, rata, dan
tidak membutuhkan biaya besar untuk pengolahan. Infrastruktur seperti air dan
listrik tersedia dengan baik,” kata Wamen Stella di lokasi, Rabu (10/9).
Ia menambahkan, karakteristik daerah juga menjadi pertimbangan, seperti ekosistem mangrove di Mempawah yang dinilai strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya terkait riset carbon capture dan carbon storage.
“Kami ingin agar masyarakat sekitar tetap dilibatkan, sehingga pembangunan sekolah ini tidak menghilangkan identitas dan potensi lokal yang sudah ada,” katanya.
Dia mencontohkan potensi pertanian lokal yang ada di Mempawah Timur seperti nanas dan jahe. Terkait target 20 Sekolah Garuda baru hingga 2029, Wamen Stella menjelaskan,
tahun ini telah ditentukan empat titik pembangunan Sekolah Garuda baru yang
ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Keempatnya berlokasi di
Soe NTT, Belitung Timur, di Kalimantan Utara, dan di Sulawesi Utara.
“Itu batch pertama. Untuk batch kedua, kami juga sudah mulai menentukan lokasinya. Kalbar menjadi pertimbangan yang sudah ditetapkan. Juga ada di Papua Barat, Papua Tengah, dan Bengkulu,” ujar Stella.
Untuk keberlanjutannya, Stella menjelaskan, pembiayaannya akan ditopang oleh
dana abadi. “Sesuai amanat Bapak Presiden, akan ada dana abadi khusus untuk
Sekolah Garuda,” tegasnya.
Sekolah Garuda, yang merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo, menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Emas.
Tujuannya adalah memperluas akses pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa, khususnya dari keluarga sederhana da daerah yang masih tertinggal dalam bidang sains dan teknologi.
Program ini terdiri dari dua kompone2n. Pertama Sekolah Garuda Transformasi, yaitu
penguatan bagi SMA/MA agar mampu bersaing menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Dan kedua Sekolah Garuda Baru, yaitu pembangunan SMA berasrama di daerah dengan akses terbatas terhadap pendidikan berkualitas.






