Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

Senator Kalap

Tasrief Siara

Oleh: Tasrief Siara  

KITA baru saja menyaksikan pemandangan  tak sedap pandang. Tempatnya  di gedung parlemen, di Jakarta sana. Sesama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu berkelahi laiknya preman pasar memperebutkan lahan parkir.

Pada akhirnya kita sulit membedakan antara preman pasar dan para senator itu karena keduanya memperebutkan wilayah kekuasaan. Kalau preman pasar memperebutkan batas teritori perparkiran karena dari sana adalah sumber pendapatan.

Para senator kita itu juga memperebutkan wilayah kekuasaan khususnya untuk enclave  ketua dan para wakilnya. Tujuannya juga sama, untuk memperbesar pengaruh kekuasaan dan ketenaran. Ujung-ujungnya pasti duit juga. Contohnya adalah mantan ketua mereka yang kini “mondok” di balik  jeruji penjara KPK.

Perkelahian para anggota senator itu adalah contoh dari jejak sejarah dan tradisi kehidupan manusia yang bermula hidup  di zaman primitif dan tak gampang dihilangkan.

Komunitas suku-suku  di zaman lampau itu selalu terjebak dalam lingkaran konflik ruang yang tak berkesudahan, bahkan hingga kini: memperebutkan wilayah tanah-tanah adat sebagai simbol kekuasaan dan kekuatan.

Solusinya bukan dialog tapi kekerasan, seperti perang antar komunitas suku, atau perkelahian dalam tingkatan  antar indvidu.

Tradisi kekerasan itu memang masih sangat sulit dilepaskan oleh kita, apalagi jika telah masuk pada wilayah harga diri. Jika telah masuk pada wilayah harga diri itu, maka terkadang apapun akan dipertaruhkan walau ujung selalu berakhir pada penyesalan.

Untuk sebuah contoh, seperti yang sering kita saksikan perkelahian antara sesama aparat negara, oknum polisi dengan tentara, atau perkelahian sesama mahasiswa, tawuran antar pelajar, bahkan perkelahian antar komunitas di kota semodern Jakarta.

Semua perkelahian itu sama nilanya dengan perkelahian antar suku- suku dari zaman primitif hingga terwariskan di zaman peradaban global ini.

Anak bangsa negeri ini tercatat sebagai komunitas yang paling cepat naik pitam. Ketika eskalasi emosi itu tak tertahankan, maka dari sana perilaku kalap menyeruak dalam ekpresi amuk.

Konon, hanya kita bangsa melayu ini yang punya tradisi mengamuk atau amuk. Untuk membuktikan itu, coba buka kamus Indonesia-Ingris di ponsel pintar antar, masukan kata amuk.

Terjemahannya menjadi Amok. Bahasa Inggris sepertinya tak punya diksi amuk. Kalau anda memasukan kembali kata Amok dalam kamus Inggris-Indonesia maka terjemahannya kedalam bahasa Indonesia menjadi Mata Gelap.

Seperti yang kita saksikan di gedung parlemen, para anggota senator itu sepertinya orang-orang kalap yang sedang mengamuk. Mereka tak mau ambil pusing jika snapshot kamera televisi sedang merekam gambar sangat laik news itu.

Bukannya kebanggaan dan rasa keterwakilan  yang mereka perlihatkan pada kita rakyat yang memilihnya, tapi para senator kita itu terbilang sukses mengirimkan kekesalan komunal.

Akhirnya rakyat berpikir, buat apa pilih mereka jika kerjanya hanya berkelahi laiknya preman pasar.
Perilaku kalap dan amuk yang dipertontonkan anggota DPD itu, ditambah keputusan-keputusan politik DPR kita yang tak berpihak kepada kepentingan publik, maka dari sana bisa berimplikasi terhadap makin merebaknya kekesalan yang massif dari rakyat, yang pada akhirnya menurunkan  tingkat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Rakyat akan tiba pada satu kesimpulan: buat apa kita ikut pemilu jika hasilnya hanya melahirkan para senator yang kerjanya hanya berkelahi  dan tak berpihak kepada kepentingan publik.

Penulis adalah Praktisi Komunikasi Massa

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan