Minggu, 5 April 2026

G7: Tak Ada Sanksi untuk Syria

Meski begitu, tak ada sanksi untuk Syria maupun Rusia. ”Tidak ada sanksi baru untuk Syria,” kata Menlu Italia Angelino Alfano. Sebenarnya, Inggris memang mengusulkan sanksi baru untuk rezim Assad. Jika disepakati, sanksi itu bakal berdampak pada Rusia. Jadi, secara tidak langsung, G7 plus negara-negara Timur Tengah menjatuhkan sanksi kepada dua negara sekaligus.

Sayang, rumusan sanksi Inggris tersebut tidak mendapatkan cukup dukungan. Kendati demikian, mereka yang menghadiri pertemuan G7 itu punya prinsip yang sama tentang Assad. Yakni, mereka sama-sama menghendaki Assad segera lengser. Apalagi, setelah menginstruksikan serangan gas beracun ke Khan Sheikhun dan merenggut 86 nyawa warga sipil pekan lalu.

”Tentang masa depan Assad, akan lebih baik jika ada proses politik sah yang melibatkan rakyat Syria secara langsung supaya kita tahu pemerintahan seperti apa yang mereka idamkan,” katanya.

Idealnya, menurut Tillerson, pemerintah Syria haruslah pemerintahan yang terdiri atas orang-orang pilihan rakyat Syria sendiri. Dia berharap Assad maupun dinasti politiknya tidak menjadi bagian dari masa depan Syria.

Berbekal kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan G7 kemarin, Tillerson akan menegur Rusia lewat Menlu Sergei Lavrov yang ditemuinya hari ini. Negara-negara Barat dan beberapa negara Timur Tengah yang anti-Assad berharap Rusia mencabut dukungannya terhadap Damaskus.

Sebab, presiden yang memerintahkan serangan terhadap rakyatnya sendiri tersebut tidak layak mendapatkan dukungan dalam bentuk apa pun.

Senin (10/4) Trump sempat membahas kemungkinan menjauhkan Kremlin dari Assad. Dalam perbincangan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May, taipan 70 tahun itu yakin kemesraan Rusia dan Syria bisa diakhiri.