Selain dengan pendekatan RPP,KPU Palu sebut Marwan juga berencana membuat sistem pendidikan politik dikalangan pelajar dengan program go to schol.
Pendekatnnya yakni dengan memfasilitasi pemilihan Ketua Osis dengan mengadopsi praktek penyelenggaraan Pemilu.
“Ini sudah kami kerjasamakan dengan Pemkot Palu,”sebutnya.
Marwan berharap, upaya ini mendapat perhatian semua pihak utamanya Pemkot Palu. Minimal mendukung upaya tersebut dengan anggaran. “Karena membangun karakter pemilih cedas itu adalah tanggung jawab bersama,”harapnya.
Mewakili walikota Palu, Asisten III Rifani Pakamundi, menyebut RPP adalah wadah untuk mendapatkan informasi dan sarana pendidikan politik.
“Kami mengapresiasi. Diharapkan dengan RPP ini kita dapat mengajak komponen masyarakat dan stake holder untuk berpartisipasi memberikan hak suara,” katanya.
Mengenai suport anggaran, Rifani mengatakan untuk tahun ini Pemkot kemungkinan besar belum bisa suport. Dia berjanji akan menindaklanjuti harapan KPU kepada Walikota.
“Kami akan komunikasikan. InsyaAllah tahun 2018 mungkin baru bisa terakomodir,”kata Rifani.
Sementara itu, Komisioner KPU Sulteng, Misbah mengatakan RPP merupakan program KPU Pusat. Di wilayah Sulteng, RPP menurutnya akan dibentuk di 6 Kabupaten-kota. Pemilu kata Nisbah menyebut, Pemilu memang harus diperkenalkan dengan komprehensif. Mulai dari dasar hingga implementasi.
“Salahsatunya melalui pendekatan RPP,”katanya. RPP menurutnya tidak berhenti saat launching saja. RPP termasuk kegiatan KPU non tahapan.
“Ini tahapan sosialisasi membentuk kesadaran tentang nilai-nilai demokrasi,”ujarnya.
RPP harapnya dapat membentuk karakter pemilih cerdas. Bahwa pemilih itu bukan hanya sekedar soal bernegara atau meililih figur. “Tetapi memperkuat sikap dan tanggung jawab sebagai warga negara,”sebutnya.
(mdi/Palu Ekspres)






