Sabtu, 3 Oktober 2026

Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sulteng, Jejak MIT Poso Kembali Jadi Perhatian

PALU, PALUEKSPRES.COM – Penangkapan tiga orang terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Polri di Sulawesi Tengah pada Jumat (2/10/2026) kembali membuka perhatian terhadap jejak jaringan lama terorisme di wilayah Poso dan Parigi Moutong.

Dua orang ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Satu orang lainnya diamankan di Kabupaten Poso.

Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Sugiatno alias Kang Su, warga Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Sugiatno bukan nama baru dalam sejarah panjang jaringan terorisme Poso. Ia merupakan mantan narapidana terorisme yang pernah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Metro, Lampung.

Ia bebas pada 5 Juli 2021 setelah menjalani hukuman dalam perkara terorisme.

Namun, nama Sugiatno juga memiliki kaitan keluarga dengan sejarah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Sugiatno merupakan ayah dari Khairul alias Irul, salah seorang anggota MIT Poso yang pada 2019 menikah dengan Wardah, putri Santoso, tokoh yang pernah memimpin kelompok tersebut.

Hubungan itu menempatkan Sugiatno sebagai ayah dari Irul dan besan dari keluarga Santoso.

Irul kemudian menjadi bagian dari kelompok MIT yang dipimpin Ali Kalora. Pada 1 Maret 2021, ia tewas dalam kontak dengan aparat yang tergabung dalam Satgas Madago Raya.

Irul diketahui adalah anak pertama Sugiatno dan Nurki. Irul menikahi Wardah pada 2019.

Ditangkap dini hari

Penangkapan Sugiatno berlangsung sekitar pukul 02.00 WITA pada Jumat (2/10/2026).

Menurut laporan intelijen yang diperoleh, penangkapan dilakukan Densus 88 dan diduga merupakan pengembangan dari pemeriksaan terhadap sejumlah eks napiter yang sebelumnya ditangkap pada Mei 2026.

Sugiatno kemudian dibawa ke Palu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, dua orang lainnya diamankan di Tomoli Utara, Parigi Moutong.

Informasi mengenai penangkapan tersebut dibenarkan Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis.

“Ada dua orang yang ditangkap di Tomoli. Keduanya sejak 2015 sudah menetap di desa kami, tetapi memang belum melaporkan kepindahannya secara resmi,” kata Muhlis.

Menurut Muhlis, kedua orang tersebut sehari-hari bekerja sebagai petani kakao.

“Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup,” ujarnya.

Keterangan pemerintah desa tersebut memberi gambaran mengenai kehidupan kedua orang itu di tengah masyarakat.

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, bahkan mengatakan salah satu warga yang ditangkap selama ini dikenal sebagai pedagang buah dan berinteraksi seperti warga lainnya.

“Kalau saudara ini setiap hari jual beli buah. Dari kopra, mangga, rica, pete, jengkol. Pokoknya berupa buah dia beli semua,” kata Jufri.

“Di lingkungan ini dia bermasyarakat seperti pada umumnya,” lanjutnya.

Penangkapan itu membuat warga terkejut. Sebab, dari kehidupan sehari-hari yang terlihat masyarakat, tidak banyak yang mengetahui adanya dugaan keterkaitan kedua orang tersebut dengan jaringan terorisme.

Dua eks napiter

Berdasarkan laporan intelijen terpercaya, dua orang yang ditangkap di Tomoli Utara disebut merupakan mantan narapidana terorisme.

Mereka disebut sebagai Ustaz Anggi alias Ustaz Arkam dan Chandra Gunawan alias Chandra.

Anggi disebut pernah ditangkap pada September 2019 dan bebas pada Maret 2024.

Sementara Chandra disebut ditangkap pada Desember 2019 dan bebas pada Desember 2023.

Laporan tersebut menyebut keduanya kembali berada di lingkungan kelompok yang disebut Al Muhajirin di Tomoli Utara.

Namun, hingga laporan media terakhir diterbitkan, Densus 88 maupun Polda Sulawesi Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas lengkap ketiga orang tersebut ataupun dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan tertentu.

Karena itu, informasi mengenai jaringan dan dugaan peran masing-masing masih harus ditempatkan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Riwayat Sugiatno

Sebelum kembali diamankan Densus 88, Sugiatno telah beberapa kali muncul dalam catatan penanganan eks napiter di Poso.

Pada 2021, ketika bebas dari Lapas Kelas IIA Metro, pihak lapas menyebut Sugiatno sebagai narapidana terorisme yang berasal dari jaringan Santoso.

Dalam pemberitaan saat itu, Sugiatno juga disebut belum bersedia mencabut baiat atau melakukan ikrar NKRI ketika bebas.

Meski demikian, setelah keluar dari penjara, ia tetap tinggal di wilayah Kalora.

Pada Desember 2024, Satgas Madago Raya bahkan melakukan pendekatan terhadap Sugiatno melalui kegiatan sambang dan pemberian bantuan sosial.

Polisi menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya deradikalisasi sekaligus membangun kembali hubungan sosial dengan eks napiter.

Kini, nama Sugiatno kembali muncul dalam operasi Densus 88.

Tomoli kembali jadi perhatian

Selain penangkapan Sugiatno, Tomoli Utara kembali menjadi perhatian aparat.

Pada 6 Mei 2026, Densus 88 sebelumnya melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga terkait jaringan terorisme di Parigi Moutong dan Poso.

Salah satu lokasi penangkapan berada di Tomoli Utara.

Dalam operasi terbaru, dua warga kembali diamankan.

Menurut laporan intelijen, kelompok yang disebut Al Muhajirin telah berada di Tomoli Utara sejak sekitar 2010.

Kelompok tersebut disebut berkembang dari beberapa keluarga menjadi belasan keluarga.

Laporan intelijen juga menyebut adanya sebuah bangunan yang disebut “Rumah Tarbiyah” yang digunakan sebagai tempat pendidikan anak-anak kelompok tersebut.

Informasi ini belum mendapatkan penjelasan langsung dari pihak pengelola maupun keluarga yang disebut dalam laporan.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum memberikan penjelasan lengkap mengenai konstruksi perkara ketiga orang yang ditangkap pada 2 Oktober.

Densus 88 masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan.

Bagi Poso, kemunculan kembali nama Sugiatno membawa ingatan pada sejarah panjang konflik dan jaringan terorisme yang pernah berkembang di wilayah tersebut.

Namun, hubungan keluarga maupun sejarah seseorang dengan sebuah kelompok tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam perkara baru.

Hal itu tetap harus dibuktikan melalui penyidikan dan proses hukum.

Kini, pertanyaan utamanya adalah apa yang menjadi dasar penangkapan ketiga orang tersebut dan sejauh mana keterkaitan mereka dengan perkara yang sedang dikembangkan aparat.

Jawabannya masih menunggu hasil pemeriksaan Densus 88 dan proses hukum berikutnya. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam