Minggu, 5 April 2026
Opini  

Jadilah Bagian dari Solusi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo

Karakter dari seseorang berorientasi masalah terbangun dari sebuah kecenderungan berpikir dan bertindak untuk kepentingan pribadi atau kelompok  tertentu bukan untuk kepentingan umum atau yang lebih besar.

Berkarakter seperti ini cenderung  berpikir instan; lebih suka “lompat jendela” atau tidak mau susah dan mau aman; serta lebih sering “membenarkan yang biasa”. Secara berkepanjangan kelompok ini tidak berkeinginan keluar dari zona nyaman atau confortzone  dan senantiasa berupaya mempertahankan zona nyaman itu dengan menggunakan berbagai upaya.

Contoh dari karakter masalah dapat dilihat dari program pemberdayaan masyarakat.  Dahulu untuk program itu, Pemerintah memberikan bantuan stimulan melalui lembaga ekonomi yang namanya KUD (Koperasi Unit Desa).

Saat itu orang berlomba-lomba untuk  menjadi unsur ketua atau pengurus inti dari KUD tersebut, dan kemudian pada akhirnya nasib lembaga itu tidak jelas dan bubar, karena pengelolanya dominan dilakukan oleh  orang-orang yang berkarakter masalah bukan solusi dan sampai-sampai akronim KUD pada saat itu di plesetkan menjadi “Ketua Untung Duluan”.

Selanjutnya bagaimana dengan  karakter yang berorientasi solusi? Karakter ini terbangun,  dikarenakan oleh kebiasaan berpikir, bertindak mengedepankan kepentingan yang lebih besar; orientasi proses dan tidak instan; serta membiasakan melakukan yang hal benar, tidak membenarkan melakukan hal yang biasa.

Sebagai contoh juga pada program pemberdayaan masyarakat, Saat ini Pemerintah memberikan bantuan stimulan tetap melalui lembaga ekonomi masyarakat yang namanya KUB (Kelompok Usaha Bersama).

Dan yang membedakan dengan KUD salah satunya  terletak pada proses rekrutmen pengurusnya.  Realitas menunjukkan karena perbedaaan cara rekruitmen, maka KUB yang tumbuh kemudian berkembang dan sukses  dan akhirnya punya reputasi adalah KUB-KUB yang dipimpin oleh ketua yang lebih mengedepankan kepentingan anggotanya, bukan dirinya.

Banyak contoh yang dapat menjadi referensi seperti pengalaman nyata sebuah KUB di Sulawesi Tengah. KUB tersebut mendapat bantuan motor tempel (katinting) untuk mencari ikan.

Hanya saja jumlah bantuan kurang satu unit , maka kemudian dilakukanlah musyawrahuntuk mencari solusi dan diputuskan bahwa ketua KUB mendapat giliran berikutnya dari perputaran bantuan stimulan itu. Ini adalah contoh betapa pentingnya pemimpin yang berorientasi solusi dan merupakan solusi yang akomodatif dan implementatif.

Solusi Akomodatif-Implementatif