Selain itu, Gubernur juga berharap, gelaran Sulteng Expo 2017, dapat menarik investasi ke Sulawesi Tengah. Gubernur menyebutkan, Sulteng Expo 2017, merupakan representasi kecil, dari profil investasi di Sulawesi Tengah, karena sesungguhnya masih banyak potensi lain, yang belum dapat ditunjukkan mengingat adanya beberapa keterbatasan.
“Untuk itu, saya mengajak jajaran pemerintah Kabupaten dan Kota, agar dapat melakukan sejumlah langkah strategis, untuk menarik perhatian investor, baik dalam maupun luar negeri, ke Sulawesi Tengah,” lanjutnya
Langkah strategis tersebut, misalnya dengan memberikan kemudahan perizinan, memastikan layanan yang cepat, kepastian hukum, dan menerapkan inovasi teknologi, guna memudahkan proses pelayanan perizinan dan nonperizinan serta promosi.
Selain itu, Gubernur juga menyebutkan dalam sambutannya, saat ini Pemprov Sulteng telah me-launching layanan perizinan online yang bernama e-SIIDAT (Sistem Informasi Investasi Dan Pelayanan Terpadu), serta layanan informasi promosi secara online melalui aplikasi e-Kaledo’s (Katalog Elektronik Direktori Mitra Usaha Sulawesi Tengah), yang memuat produk-produk unggulan hasil olahan anak daerah.
Bukan hanya itu, Pemprov juga telah me-launching layanan e-Samsat, yakni (Layanan Elektronik Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap), yang bertujuan memudahkan para pemilik kendaraan bermotor, untuk membayar pajak kendaraan dan administrasi STNK melalui jaringan perbankan.
Semua aplikasi tersebut, telah melayani masyarakat, pada pelaksanaan Sulteng Expo 2017. di stan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan di stan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara penutupan Sulteng Expo 2017, dihadiri oleh para pejabat Pemprov Sulteng, BUMD, BUMS, serta para utusan beberapa perusahaan yang ada di Sulteng, seperti PT Dongi Sinoro atau LNG, dan PT Panca Amara Utama. Acara tersebut, juga diramaikan dengan penampilan grup band religi Debu.
(humas/abr)






