Pengurus LPTQ menurutnya harus dituntut terlibat langsung dalam setiap pelaksanaan tilawatil qur’an baik yang dilaksanakan ditingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional.
“Agar nantinya pengurus dapat mengevaluasi dan mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi untuk menjadi pembenahan atau perbaikan dalam pengembangan tilawatil qur’an di daerah,”harapnya.
“Inilah salah satu peran dan fungsi LPTQ yang harus diemban kedepan. Tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan musabaqah saja,”jelasnya.
Lebih dari itu jelasnya, LPTQ memiliki tugas untuk melakukan pembinaan serta pengembangan pendidikan al-qur’an dan pelatihan-pelatihan yang dituntut pro aktif dalam merekrut kader yang berbakat dan potensi.
Pegembangan kinerja organisasi dengan cara memaksimalkan peran dan fungsi pengurus melalui rapat kerja.
“Momentum Rakerda LPTQ ini sangat tepat dan strategis dalam membangun kerangka sinergitas semua pengurus untuk mendapatkan program kerja yang unggul dan berkompeten,”kata Derry.
Dia pun meminta pengurus menyusun rumusan-rumusan penting melalui program kerja yang nyata dan konkret.
“Tidak perlu membuat program kerja yang muluk-muluk namun dalam actionnya tidak dapat direalisasikan,”ujarnya.
Sebagai wadah pembinaan dan pengembangan pendidikan al-qur’an sudah saatnya lanjut Derry LPTQ mendorong lahirnya qori’-qori’ah yang berprestasi didaerah ini sehingga prestasi bisa kembali seperti pernah era tahun 80 dan 90-an.






