Menurutnya Germas dan 3G pada prinsipnya mengajarkan hidup sehat dan bersih. Sehingga nantinya dapat mengubah prilaku hidup masyarakat Palu secara bertahap menjadi lebih positif.
“Singkronisasi germas dan gerakan gali gasa merupakan upaya sederhana mengubah pola hidup kearah yang lebih sehat dan bersih,”terang Sekkot.
Namun untuk melaksanakan dua program itu, masyarakat ujar Sekkot tak boleh sekedar mengandalkan pemerintah. Ini dapat terwujud hanya dengan cara sinergi, pemerintah disegala tingkatan dan seluruh stake holder terkait.
“Tetangga, dunia usaha, tokoh agama, akademisi dan masyarakat. Pihak itulah yang harus memberi dukungan. Berkomitmen dan bergotong royong meningkatkan kesadaran untuk berprilaku sehat,” terangnya.
Sekot yang membacakan sambutan walikota berharap kedua progran itu menjadi momentum dalam membudayakan pola hidup sehat dan bersih.
Germas menurutnya tindakan sistematis dan terencana seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan kualitas hidup dengan prilaku sehat.
Sementara 3G harus dimulai dari bagian komponen terkecil masyarakat yaitu keluarga. Keluarga membentuk kepribadian yang dimulai dengan pembelajaran hingga menuju kemandirian.
Sekkot pun berharap kegiatan sosialisasi dan diskusi integrasi Germas-3G menghasilkan skenario rencana aksi saling mengait lintas OPD dan element masyarakat.
“Harapannya kedua gerakan itu dapat terwujud secara masif teraplikasi di Kota Palu,”pungkas Sekkot. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama integrasi Germas dan 3G dari seluruh element masyarakat.
(mdi/Palu Ekspres)






