Tahun ajaran ini, Untad hanya menyediakan kuota 6.250 kursi bagi mahasiswa baru. Itu berarti sebagian besar dipastikan akan terpental dari Perguruan Tinggi kebangsaan Sulawesi Tengah itu. Menjawab pertanyaan wartawan, apakah ada proteksi terhadap mahasiswa asal Sulteng, sehingga Untad tidak hanya diisi mahasiswa dari luar daerah, Rudi Gosal mengatakan, pihaknya tidak ada pemberlakuan khusus bagi mahasiswa asal Sulteng maupun luar daerah.
“Ini pendaftaran terbuka, semua calon mahasiswa bisa mengakses dan belajar di Untad. Jadi tidak ada pemberlakuan spesifik terhadap mahasiswa dari dalam dan luar daerah,” tegasnya.
Namun ia menambahkan, pihaknya tetap membuka koridor pendaftaran ketiga melalui jalur ujian mandiri. Jalur Mandiri adalah untuk menyebut sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Karena itu, jalur ini masih terbuka untuk mengakomodir mahasiswa dari daerah ini. Lebih jauh ia mengatakan, mengingat masih ada tes penerimaan masuk yang akan digelar beberapa waktu kedepan, ia meminta calon mahasiswa dan orang tua calon mahasiswa tidak memercayai pihak-pihak tertentu yang memberikan iming-iming bisa meluluskan anaknya.
Belajar dari pengalaman lalu, masih ada oknum yang memperdaya calon mahasiswa dan orang tuanya, dengan iming-iming bisa meloloskan anaknya melalui jalur tertentu.
Gosal meminta, masyarakat hanya memercayai informasi melalui jalur resmi universitas yang bisa diakses melalui website Untad atau melalui Humas serta pihak-pihak berkompeten di Universitas Tadulako.
(kia/Palu Ekspres)






