Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Staf Korem (Kasrem) 132 Tadulako, Letkol Inf. Andrian Susanto, membacakan pidato penutupan TMMD ke-98, oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono, menyebutkan, pelaksanaan TMMD, merupakan refleksi dari kemanunggalan hakiki, antar segenap komponen bangsa, untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kebersamaan inilah, yang sebenarnya merupakan hakekat dari kemanunggalan TNI dan rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa, yang akan terus kita bangun serta pelihara, guna menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara,” ujar Kasrem, membacakan pidato KSAD.
Olehnya, dalam pidato tersebut, KSAD menyampaikan apresiasinya, kepada pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, yang telah bahu membahu dan saling mendukung, program yang telah digelar sejak tahun 1980an dengan nama ABRI Masuk Desa tersebut.
Kasrem melanjutkan pidato KSAD, selain sebagai bentuk kepedulian TNI, dalam membantu akselerasi pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau, program TMMD juga sebagai salah satu upaya, untuk melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia, yakni semangat gotong royong.
“Melalui ini, diharapkan kita dapat semakin membentengi diri, dari potensi disintegrasi, yang dipicu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi,” imbuhnya.
Secara nasional, program TMMD ke-98 tahun 2017, telah menyelesaikan sejumlah 357 sasaran fisik, yang berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur, yang tersebar di wilayah Kodam di seluruh Indonesia. Antara lain, pembangunan sarana transportasi, berupa pembangunan jalan baru, rehabilitasi dan peningkatan jalan, betonisasi, penimbunan dan pengerasan jalan.
Di samping itu, juga dilaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya, yang meliputi pembuatan jembatan, pembuatan tanggul, pemasangan gorong-gorong, pembangunan gapura dan pos kamling, pembuatan sarana olahraga, renovasi rumah ibadah dan rumah tidak layak huni, pembangunan sekolah, serta pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat.
“Selain itu, ada juga program non fisik. Kegiatan non fisik ini, sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat.
Hal tersebut, merupakan sebuah kebutuhan, untuk menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa, yang dilancarkan melalui proxy war, berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, ancaman terorisme, aksi kriminalitas, kebangkitan komunisme gaya baru, serta perang informasi,” jelasnya lagi.
Olehnya, lanjutya lagi, program TMMD dapat dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah, melalui TNI AD, untuk membangun dan memperkuat ketahanan masyarakat, sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan, dalam membangun ketahanan nasional untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan NKRI.
(abr/Palu Ekspres)






