Sabtu, 8 Agustus 2026

Aksi Kekerasan Senior ke Junior, DPR Khawatirkan Anaknya di Akpol

PALU EKSPRES, JAKARTA – Kekerasan kembali terjadi di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Seorang calon perwira, Muhammad Adam tewas diduga dianiaya oknum seniornya. Dewan Perwakilan Rakyat turut prihatin sekaligus khawatir dengan peristiwa itu. Jika tidak ditindak tegas, dikhawatirkan kejadian yang sama terulang lagi.

“Banyak anak-anak anggota DPR itu ada yang di Akpol itu was-was. Jadi, kebimbangan, kerisauan ini terjadi di Akpol saat ini,” kata anggota Komisi III DPR Muslim Ayub di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/5).

Dia berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian menindak tegas oknum yang terlibat dalam kasus ini.

“Barangkali ini kesalahan tidak sengaja, tapi ini kan menyebabkan korban,” katanya.

Muslim mengatakan, ini juga merupakan tanggung jawab Gubernur Akpol Irjen Anas Yusuf yang tidak jeli melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya untuk diawasi. Muslim tidak sepakat dengan alasan karena peristiwa terjadi di luar jam dinas sehingga luput dari pengawasan.

“Itu masuk tanggung jawab dan wilayah mereka,” tegas politikus Partai Amanat Nasional, itu.

Menurut Ayub, tidak ada sistem pendidikan di Akpol itu yang membenarkan kekerasan. Meskipun alasannya untuk membentuk kedisiplinan. Dia mengatakan, kekerasan ini sudah seperti budaya karena itu harus dihentikan.

“Ini kebiasaan yang dijalankan dan tradisi ini harus dihapuskan,” katanya.

Menurut dia, tidak perlu ada kekerasan dengan alasan apa pun. Termasuk untuk latihan fisik.

“Kalau latihan fisik, kenapa dipukul, digebuk junior-juniornya itu? Tradisi ini wajib ditinggalkan, tidak boleh lagi ada pemukulan,” ujarnya.

Muslim pun mengimbau, junior dan senior harus saling menghormati serta menghargai. Komisi III DPR memastikan akan berkunjung ke Akpol Semarang, Kamis 24 Mei 2017.

Sebelumnya, komisi yang membidangi hukum itu akan menggelar rapat kerja dengan Kapolri Tito pada Selasa 22 Mei 2017. Berbagai hal akan disampaikan kepada Kapolri, termasuk peristiwa yang terjadi di Akpol Semarang.

(boy/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital