Sabtu, 8 Agustus 2026

Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Ini Penyebabnya

PALU EKSPRES, JAKARTA – Alami kerugian sebesar Rp1,32 triliun pada kuartal I-2017 membuat PT Garuda Indonesia diisukan terancam bangkrut.

Menurut Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto, ancaman kebangkrutan maskapai milik BUMN itu disebabkan adanya mismanagement internal yang cukup serius.

“Ada salah management dari manajemen lama yang akibatnya lebih terasa saat ini. Adanya dugaan koruptif, inefisiensi, dan salah strategi,” ujarnya di laman Jawa Pos (FAJAR Group), Kamis (15/6/2017).

Di sisi lain, pemasukan yang didapat maskapai plat merah itu pun tidak mampu menutup kenaikan utang, terutama utang jangka pendek dan kenaikan biayanya akibat inefisensi dan dugaan praktek budaya korupsi di internal PT Garuda Indonesia yang sudah berlangsung lama.

Darmadi menjabarkan, utang jangka pendek Garuda hanya dalam beberapa bulan di tahun 2017 naik Rp1,73 triliun, di mana utang jangka pendek Garuda tahun 2016 sebesar Rp9,37 triliun sedangkan pada kuartal I tahun 2017 sudah menjadi Rp11,1triliun atau naik Rp1,73 triliun. “Kenaikan utang itu terjadi hanya dalam hitungan bulan,” beber Darmadi.

Untuk itu, menurutnya, manajemen baru PT Garuda Indonesia perlu berupaya memperbaiki kinerja dan memberantas praktik korupsi saat ini. “Jika tidak diperbaiki kinerjanya, maka Garuda terancam bangkrut,” tegas politikus PDIP itu.

Sementara itu, Darmadi menjelaskan, jika dilihat dari SWOT atau TOWS analysis, kekuatan Garuda hanya tersisa sedikit. Kekuatannya, kata dia, hanya tinggal brand name atau merek Garudanya saja, sehingga walaupun harga tiketnya mahal, tetapi masih diminati oleh masyarakat.

Akan tetapi dari sisi kelemahan terlihat sangat banyak, begitu pula dari sisi ancaman yang sudah sangat tinggi.

“Terutama dari ancaman pesaing seperti Batik (Lion group) yang terus menggerus pasar Garuda. Sementara Garuda tidak bisa mengambil peluang pasar yang ada,” terang Darmadi.

Dari pemetaan Matriks SWOT tersebut, lanjut dia, maka strategi Garuda seharusnya sudah menjalankan strategi turn around untuk menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut. Salah satu syarat turn around, kata Darmadi adalah adanya leader style yang kuat untuk menjalankan creative destruction dan team manajemen yang kuat dan solid.

Namun sayangnya, hal itu tidak ada di Garuda saat ini. “Nah di sinilah letak permasalahan di Garuda saat ini. Team manajemen lagi kurang solid dan kuat, ditambah pemilihan dirut yang kurang pas,” ucap pria kelahiran Mempawah itu.

Seperti diketahui, Dirut PT Garuda Indonesia yang baru Pahala Mansury, yang sebelum merupakan berkiprah di Bank Mandiri. Menurut Darmadi, karena datang dari bank terbesar di Indonesia yang biasa mengelola perusahaan-perusahaan besar, maka dugaan karakter bigness mentality masih menempel dalam personality dirut baru itu. Saat di Bank Mandiri, kata dia, Pahala sudah ada di level comfort zone.

Padahal Garuda saat ini benar-benar membutuhkan pemimpin yang service oriented dan berani menjalankan creative destruction. Untuk menjadi nahkoda Garuda dibutuhkan orang yang bisa melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Dan harus bisa melakukan turn around strategy dengan efektif.

“Tantangan berat buat Dirut yang baru ini untuk menyelamatkan Garuda,” pungkas legislator dapil Jakarta itu.

(dna/jpg)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital