Minggu, 9 Agustus 2026

Lebaran Usai Harga Cabai dan Sayur Anjlok

Cabai mahal

PALU EKSPRES, BATAM – Harga kebutuhan pokok yang sempat naik selama bulan Ramadan dan hingga Idul Fitri, kini mulai turun. Kendati harga tidak setinggi sebelumnya, namun pedagang masih saja mengeluhkan sepi pembeli.

Turunnya harga kebutuhan pokok itu dialami oleh produk sayur mayur. Di Pasar Tos 3000, Jodoh, Batam, harga cabai merah keriting per kilogramnya (kg) kini Rp 18 ribu – Rp 20 ribu, cabai rawit Rp 24 ribu, dan cabai setan Rp 60 ribu.

Sementara untuk sayuran per kg seperti bayam hanya Rp 3000, sawi putih Rp 11.000, wortel Rp 7000, dan kentang Rp 7000. “Semua harga turun setelah Lebaran. Sebelum lebaran harga cabai bisa Rp 40 ribu per kg. Sekarang turun jauh,” ujar Asma, pedagang sayur mayur di pasar Tos 3000, Jodoh, seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (2/7).

Selain turun, pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli. Hal itu terlihat dari sepinya pasar. Biasanya, banyak warga yang berbelanja, namun pada hari Sabtu (1/7) tak seramai biasanya. “Sepi, hari biasa saja tak sesepi ini. Mungkin masih banyak yang di kampung,” sebut Asma.

Dia mengaku turunnya harga cabai hingga sayur mayur cukup membuat dirinya merugi. Sebab, sebelumnya kebutuhan pokok itu sempat dibeli dengan harga tinggi. Lantas harus dijual dengan harga murah. “Seperti cabai, saya beli sebelum lebaran Rp 22 ribu perkilo, tapi sekarang saya jual Rp 18 ribu. Kalau tak dijual, bisa busuk,” beber Asma.

Turunnya harga beberapa barang pokok warga juga terlihat di pasar Bengkong. Di sana bawang merah per kg ditawarkan hanya Rp 21 ribu, bawang putih Rp 18 ribu, cabai merah keriting Rp 22 ribu, dan cabai rawit Rp 25 ribu per kg.

Begitu juga dengan kentang medan yang hanya Rp 11 ribu per kg, wortel Rp 9.000 per kg. “Harga jauh turun dibanding lebaran,” terang Habib, pedagang sayur di Bengkong.

Sementara untuk harga ayam masih berkisar Rp 25-27 ribu per kg. Daging sapi beku Rp 80 ribu per kg. Ikan benggol Rp 25 ribu per kg, cumi Rp 60-75 ribu per kg, udang Rp 65 ribu per kg.

(she/iil/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital