Minggu, 9 Agustus 2026

Situs Lelang Tidak Bisa Diakses

Kontraktor Curigai Pengelola  Main Mata dengan Pengusaha
PALU,PE – Proses lelang proyek yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Kabupaten Donggala melalui sistem on line Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) www.lpse.donggala.go.id dikeluhan sejumlah pengusaha. Pasalnya hingga  waktu lelang selesai, situs tersebut tidak dapat diakses.

Sedikitnya 14 paket proyek irigasi yang ditenderkan Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Donggala melalui situs tersebut. Dananya  bersumber dari APBN-P tahun anggaran 2015. Proses lelang itu dijadwalkan mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober dan dibatasi pada 14 Oktober 2015. Namun situs tersebut baru bisa diakses nanti pada tanggal 13 Oktober 2015. Itupun hanya bisa diakses beberapa menit saja. Hingga pada 16 Oktober 2015, sejumlah pengusaha yang ingin mengajukan penawaran belum juga dapat mengakses situs tersebut.

Ullah, salahsatu wakil dari PT Era Bangunan Sarana, mengaku gangguan sistem LPSE terkesan disengaja oleh Pokja pengelola LPSE. Pasalnya, saat situs LPSE  bisa akses pada tanggal 13 Oktober 2015, sudah terdapat dua perusahaan yang telah berhasil memasukkan penawaran.

”Inikan aneh, begitu bisa diakses, eh malah sudah ada dua perusahaan yang terdaftar. Kami menduga kedua perusahaan ini memang sudah diarahkan. Modusnya bisa saja mereka bekerja sama mengatur waktu pemasukan penawaran secara bersamaan. Lalu setelah berhasil, situs sengaja dibuat error lagi,” keluhnya.

Tenggat waktu proses lelang katanya yaitu antara lain pengumuman paska kualifikasi dan download dokumen penwaran pada tanggal 9-12 Oktober, pemberian penjelasan pada 12 Oktober, dan upload penawaran 12 hingga 14 Oktober serta pembukaan dokumen penawaran 14 Oktober. Dari tenggat waktu tersebut ungkapnya sangat jelas bahwa dua perusahaan memang telah diarahkan. Dari waktu itu katanya, bagaimana mungkin peserta lelang bisa mengetahui proses lelang sedangkan waktu 9 -13 Oktober webside tidak dapat diakses.

“Kalau nanti tanggal 13 baru bisa diakses, tidak mungkin dalam waktu satu hari peserta lelang  bisa menyiapkan semua persayaratan dokumen penawaran sedangkan batasnya hanya pada 14 Oktober,”katanya.

Anehnya lagi tutur Ulla, tak satupun Pokja pengelola LPSE yang bisa memberikan penjelasan terkait gangguan sistem itu. Ini menandakan bahwa, terjadinya error sistem sengaja dilakukan. Sebab, jika mengacu pada penjelasan teknis ahli informasi teknologi (IT), ada beberapa setingan yang bisa dilakukan untuk membuat sistem terganggu.
Di antaranya, jika DNS server tidak connect dengan sub domain itu kemungkinan Pokja sengaja mengganti IP yang mambuat sseolah-olah server down. Setingan bandwitch sengaja dibuat over kapasitas (limit) sehingga peserta tidak bisa mengakses website.

Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Donggala, Umar yang dikonfirmasi terkait hal itu tidak banyak memberikan penjelasan. Menurutnya, gangguan yang terjadi pada server LPSE sepenuhnya tanggung jawab Pokja pengelolah. “Soal masalah LPSE, merupakan tanggungjawab Ketua LPSE dan Pokja pengelolah, ULP hanya menggunakan sarana itu. Tanggungjawab LPSE dan ULP terpisah,”tulis Umar melalui surat ektroniknya kepada Palu Ekspres,Jumat 16 Oktober 2015. (mdi).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization