Minggu, 9 Agustus 2026

PNS Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg

PALU EKSPRES, JAKARTA – Instruksi mengejutkan disampaikan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Dimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta dilarang untuk menggunakan Liquified Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji tabung ukuran 3 kg. Larangan juga berlaku bagi pengusaha dan karyawan dengan catatan tertentu.

Larangan ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui sebuah surat yang sampai kepada media, Jumat (4/8). Surat tersebut berjudul Seruan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 tahun 2017 tentang Larangan Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 kg. Surat itu ditandatangani Djarot pada tanggal 31 Juli 2017.

Larangan itu berdasarkan pada Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengkonfirmasi kebenaran seruan tersebut. “Iya. Kalau mampu jangan pakai 3 kg, itu kan buat orang miskin, jangan mengganggu hak-hak mereka,” ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (4/8).

Menurutnya, seruan pelarangan itu dengan tujuan agar gas elpiji tabung ukuran 3 kg tepat sasaran. Sebagaimana diketahui, gas elpiji tersebut merupakan subsidi dari pemerintah bagi konsumen menengah ke bawah.

Berikut isi surat tersebut:

Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengimbau kepada:
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)/calon PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
2. Para pelaku usaha selain usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta, dan
3. Seluruh masyarakat di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai penghasilan lebih dari Rp 1,5 juta per bulan dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat.

Untuk tidak menggunakan LPG tabung ukuran 3 kg dan beralih menggunakan LPG tabung selain ukuran 3 kg.

(cr3/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital