PALU EKSPRES, PALU – Sejumlah 165 orang mahasiswa Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, resmi dilepas untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin 25 September 2017. Para mahasiswa ini akan menempati posko-posko di berbagai daerah, yang telah ditentukan oleh pihak kampus, selama dua bulan penuh ke depan.
Daerah-daerah yang menjadi sasaran KKN mahasiswa Unisa tersebut, yakni Kota Palu (posko kampus Unisa), Kabupaten Sigi (Kecamatan Dolo Barat dan Dolo Selatan), Kabupaten Donggala (Kecamatan Banawa Selatan) dan Kabupaten Tojo Unauna (Kecamatan Ratulindu).
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unisa Palu, Muhamad Gulom menyebutkan, para mahasiswa KKN tersebut diwajibkan untuk membantu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alkhairaat, yang terdapat di sekitar wilayah posko masing-masing. Hal ini, sebagai bagian dari upaya pengembangan sarana pendidikan Alkhairaat di daerah-daerah.
“Kita berikan mereka program wajib, yakni mereka harus membantu MI Alkharaat, di masing-masing lokasi KKN,” kata Gulom, saat ditemui, Senin 25 September 2017.
Ia menambahkan, para mahasiswa KKN tersebut juga diberikan program wajib, untuk melakukan pelatihan penyelenggaraan jenazah khusus perempuan. Dalam menjalankan program ini, mahasiswa sebagai fasilitator dapat melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA), atau Kementerian Agama di sekitar wilayah masing-masing, sebagai pemberi materi kepada warga.
“Biasanya ini yang menjadi kendala di desa-desa, yakni kurangnya pegawai syara atau pelaksana jenazah khusus perempuan, kalau laki-laki masih cukup banyak. Olehnya, kita juga wajibkan mahasiswa kita, untuk melakukan pelatihan ini,” jelasnya.
Sedangkan untuk mahasiswa yang berposko di lingkungan kampus, Gulom menyebutkan, program-program yang ditawarkan terkait dengan pengembangan prasarana, misalnya sanitasi lingkungan, serta sunatan massal oleh mahasiswa kedokteran.
“Kalau yang di lingkungan kampus, programnya berkenan dengan masyarakat sekitar kampus,” imbuhnya.
(abr/Palu Ekspres)






