Senin, 10 Agustus 2026

Komisi B Kritik Pengelolaan Pasar

RAPAT & EVALUASI: Jajaran anggota komisi B ketika rapat bersama Disperindagkop, dinas yang menjadi salah satu mitra Komisi B.

PALU,PE-Dewan Kota Palu, khususnya Komisi B menilai sistem pengelolaan sejumlah pasar tradisional di Kota Palu belum maksimal. Disperindagkop sebagai instansi yang salah satu tupoksinya mengelola pasar dinilai masih setengah hati mengelola salah satu sumber PAD Kota Palu tersebut.
Kritikan ini sebagaimana dilontarkan beberapa anggota Komisi B Dewan Kota saat rapat dan evaluasi RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) RAPBD 2016 SKPD sebagai mitra dewan, di ruang Komisi B, Jumat 30 Oktober 2015.

Ridwan Basatu, salah seorang anggota komisi B menilai Disperindagkop tidak tegas menertibkan pedagang-pedagang pasar tumpah yang ada di sejumlah titik jalan. Itu kata Ridwan bisa dilihat dengan tidak termanfaatnya sejumlah pasar tradisional dengan maksimal.
Salah satunya kata Ridwan, Pasar Bulili-Petobo, Pasar Talise, Pasar Tavanjuka, Pasar Vinase-Palu Utara dan sejumlah pasar tradisional lainnya.

‘‘Beberapa waktu lalu saya lihat pasar Petobo, Pasar Talise sudah mulai ramai. Saya lihat pula pedagang tumpah sudah dimasukkan ke pasar-pasar itu. Eeh, tetapi belum lama ini, saya lihat lagi, pasar-pasar tumpah mulai ramai orang mulai berdagang lagi di pinggir-pinggir jalan,’’kritiknya.
Pernyataan Ridwan dibenarkan dua rekan sekomisinya, Sucipto S Rumu dan Alimudin Ali Bau. Keduanya mempertanyakan nasib pasar-pasar yang terkesan mati suri. Seperti pasar Tavanjuka dan pasar Bulili-Petobo serta pasar Talise.

Menurut Alimudin dalam reses belum lama ini, dia menemukan pasar-pasar itu dalam keadaan lengang. Tak layak disebut sebuah pasar. Karena tak tampak aktivitas transaksi di dalamnya. Selain tak ada pengunjung, pun pedagangnya pun bisa dihitung dengan jari.
Salah satu faktornya kata dia adalah fasilitas yang kurang memadai sebagai sebuah pasar. Mulai dari ketersediaan air bersih, hingga sarana-prasarana lainnya.
Kepada pihak Disperindagkop yang hanya dihadiri oleh sekretaris Disperindagkop, Mahyuddin bersama sejumlah unsur Kabid lainnya.

Komisi B pun mendesak agar Disperindagkop lebih getol dan kreatif dalam mengelola pasar. Komisi B menyarankan agar Disperindagkop mampu mengimprovisasi pengelolaan pasar agar menarik minat pedagang dan pembeli untuk bertransaksi di dalamnya.

‘’Kami membayangkan, bagaimana bila pasar itu menjadi semacam pusat grosir. Bersih, sarana-prasarananya bagus, sehingga orangpun tertarik untuk bertransaksi di dalamnya,’’ ujar Ridwan.
Dengan demikian, keberadaan pasar tidak mubazir dan hanya menghambur-hamburkan uang daerah. Tetapi bisa berdampak bagi peningkatan PAD.
Menanggapi itu,  Kabid Pasar Disperindagkop dan UKM Kota Palu, Yudhi Riyani Firman yang turut hadir dalam rapat tersebut memastikan akan berupaya keras menghidupkan kembali pasar-pasar yang nyaris mati.

Misalnya kata dia pasar Tavanjuka. Disperindagkop kata dia akan mengalihfungsikan pasar itu sebagai pasar pusat penjualan batu akik. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah pedagang dan pengrajin batu akik untuk meramaikan pasar tersebut.
Menanggapi itu, rapat yang dipimpin Ketua Komisi B, Thompa Yotokodi mengingatkan Disperindagkop agar tidak sekadar surga telinga. ‘’Harus direalisasikan itu. Jangan hanya wacana saja. Karena tidak lama lagi kami akan reses lagi. Jangan sampai persoalan pasar itu lagi yang kami temukan sebagai keluhan masyarakat,’’ ujar Alimudin Ali Bau. (mrs)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization