Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemkot Keluh Soal Kewenangan dalam UU 13 Tahun 2014

 

Saat Jaring Asmara NDB dan Gede Pasek
PALU,PE-Penarikan kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota ke tingkat provinsi serta penerapan pengelolaan keuangan daerah pasca pengesahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menjadi isu utama dalam pertemuan kunjungan kerja Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Jaring Aspirasi Masyarakat (Asmara) di Pemkot Palu, Selasa 11 Agustus 2015.
Pemkot melalui Asisten II Setda Palu Ansar Sutiadi mengusul pada anggota DPD yang diwakili Gede Pasek dan Nurmawati Dewi Bantilan agar menyampaikan usulan untuk mengkaji kembali sejumlah materi dalam UU tersebut.
Salah satunya kata Ansar soal pengelolaan keuangan daerah. Ada sejumlah mekanisme pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam UU itu berbeda dengan mekanisme pengelolaan keuangan yang dikeluarkan dalam sejumlah peraturan menteri.
“Ini bisa menjadi jebakan bagi pejabat yang ada didaerah,”kata Ansar Sutiadi.
Akibatnya menurut Ansar, hal ini menjadi salah satu penyebab terhambatnya inovasi pemerintah daerah dalam proses pembangunan. Banyak pejabat yang tidak ingin lagi menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Bahkan tak jarang, karena perbedaan regulasi itu banyak kepala daerah yang terpaksa disekolahkan kembali lantaran kesalahan adminstrasi.
“Yang kami sesalkan juga ditingkat daerah, undang-undang ini diberlakukan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu di daerah,”sebutnya.
Untuk itu, pihaknya kata Ansar Sutiadi berharap kepada DPD agar membawa aspirasi tersebut sebagai bahan masukan di tingkat pusat. Paling tidak ada satu solusi untuk menyamakan pandangan pengelolaan keuangan daerah itu bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan.
Dalam kesempatan itu, Ansar juga mengusulkan agar tidak menyamaratakan kondisi daerah satu dan lainnya dalam penyusunan undang-undang yang menyangkut pemerintah daerah. Contohnya kata dia soal regulasi tentang pendidikan bertaraf internasional.  Sekolah bertaraf internasional akhirnya dihapus, padahal sangat dibutuhkan di wilayah Sulawesi karena mutu pendidikan di daerah ini masih tertinggal dengan daerah lainnya.
“Mungkin sistem itu memang tidak dibutuhkan lagi di daerah-daerah pulau Jawa, tapi kami di daerah butuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan,”ujarnya.
Terkait dengan itu, Anggota Komite I DPD-RI Gede Pasek mengatakan, pada waktu proses penyusunan UU tersebut, DPD belum terlibat langsung didalamnya. DPD menurutnya hanya sebatas menyampaikan usulan kepada DPR.
“Memang kami tidak punya ruang dalam proses penyusunan undang-undang pada waktu itu,”ujarnya.
Namun dia berjanji, materi yang menjadi keluhan pada umumnya di daerah ini untuk dibawah sebagai materi hasil penjaringan. Sebab katanya DPD saat ini sedikitnya sudah punya ruang untuk terlibat dalam penyusunan undang-undang.
“Tapi kalau sekarang kami setidaknya sudah bisa mengakses mulai dari prolegnas hingga ketahap penyusunan,”jawab Gede Pasek.(mdi).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital