Minggu, 5 April 2026
Seleb  

Bikin Iri, Anak Jokowi Tanpa Pengawal, Rela Basah-basahan di Antara Para Penumpang

PALU EKSPRES, JAKARTA – Penumpang pesawat Wings Air tujuan Solo-Surabaya dikagetkan adanya sosok anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanpa pengawalan sedikitpun. Dia adalah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran pun harus rela saat maskapai Lion Air Grup ini mengalami keterlambatan hingga tiga jam. Yang cukup mengagetkan, Gibran sama sekali terlihat seperti penumpang biasa.

Hal ini disaksikan Dosen Ilmu Komunikasi Politik Univesitas Airlangga, Henri Subiakto, Senin (18/12). Henry pun menggunggah foto dan tulisannya melalui laman Facebook pribadinya.

Sebagai anak presiden, pengawalan memang menjadi standar operasional prosedur (SOP). Namun pada saat itu, Gibran sama sekali tak terkawal.

Lebih lanjut, kata Henry, setelah memasuki pesawat Wings Air, Gibran ternyata juga menaiki pesawat yang sama dan masih terlihat sendirian tanpa pengawalan. Bahkan, putra sulung Jokowi itu duduk di barisan paling depan atau kelas ekonomi.

“Ternyata dia tadi juga nunggu pesawat delay, sudah gitu dia duduk paling depan, setauh saya pesawat Wings yang mahal (duduk) di belakang,” jelasnya.

Gibran Rakabuming naik Wings Air (istimewa)

Setibanya di Bandara Internasional Juanda, Henri pun memantau tidak ada penjemputan istimewa yang dilakukan untuk anak orang nomor satu Indonesia itu. Di kondisi hujan pun, Gibran harus rela basah-basahan saat pindah ke bus penumpang.

“Disitu bandara kondisinya hujan, kita harus pindah dari pesawat ke bus. Dia malah kehujanan tanpa payung dan kelihatan kebasahan saat didalam bus,” ungkapnya.

Henri menjelaskan saat itu dirinya sempat berkomunikasi singkat dengan Gibran. Dia menjelaskan bahwa Gibran dalam perjalanan untuk kepentingan bisnis.

Untuk itu, Henri mengaku sangat salut dengan kesederhanaan yang dimiliki Gibran. Sebab, putra sulung Jokowi itu tidak memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menguntungkan diri sendiri.

Di sisi lain, kejadian ini dapat menjadi pelajaran kepada anak pejabat lainnya. Sebab, anak pejabat lainnya justru sering menyalahgunakan fasilitas untuk hal yang tidak diperlukan.

(aim/JPC)