PALU EKSPRES, TOLITOLI – Pelaksanaan proyek fisik di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tolitoli dikebut. pasalnya jatuh tempo pengerjaan proyek yang bernilai miliyaran rupiah itu tinggal menghitung hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tolitoli Ir. Fajar Syukosyuhada, dikonfirmasi Palu Ekspres senin (18/12) mengakui, saat ini kontraktor lagi menggenjot pekerjaannya yang belum rampung seratus persen.
“Saat ini sudah memasuki injury time, pekerjaan di dinas saya yang belum selesai lagi digenjot oleh pelaksanannya,”kata Fajar.
Total anggaran fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 kata dia sebesar Rp.11 miliyar lebih. Salah satu pekerjaan yang progresnya baru mencapai 85 persen yakni pembangunan dermaga Tanjung Batu yang nilai anggarannya sebesar Rp.6,2 miliar kebih.
“Iya, pekerjaan pembangunan dermaga baru 85 persen, tetapi kami optimis akan selesai sampai batas kontrak pekerjaan 29 Desember 2017.” Ungkapnya.
Selain pekerjaan pembangunan dermaga Tanjung Batu yang belum selesai, pekerjaan pembangunan tambatan perahu yang tersebar di desa-desa yang ada di sejumlah kecamatan juga masih banyak yang belum sekesai dikerjakan.
“Pekerjaan pembangunan tamabatan perahu yang ada di sejumlah desa masih ada yang belum selesai,” akunya.
Ditanya mengapa sampai terjadi keterlambatan pekerjaan di Dishub Tolitoli, menurutnya ada beberapa faktor penyebab keterlambatan. Di antaranya masalah perencanaan pekerjaan yang terlambat dilaksanakan.
Kemudian proses lelang pekerjaan juga terlambat. “Alasan keterlambat soal perencanaan pekerjaan yang dilaksanakan di tahun berjalan, yang seharusnya selesai dilaksanakan sebelum tahun anggaran baru. Kemudian masalah proses lelang yang baru dilaksanakan pada September 2017. Nah itu sehingga pekerjaan agak terlambat,” bebernya.
Di tempat terpisah, Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Dinas Transmigrasi Tolitoli, Abdullah Haruna dikonfirmasi Palu Ekspres terkait pekerjaan pembangunan Talud tahap II di Dusun Kumba Desa Lampasio Kecamatan Lampasio mengaku optomis pekerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu
Nilai anggaran proyek ini sebesar Rp 2 miliyar lebih sementara progres pekerjaanya baru di kisaran 80 persen.
“Pekerjaannya baru 80 persen, namun kami optimis selesai sebelum kontrak berakhir,” jawabnya singkat.
(Mg6/Palu Ekspres)






