Sabtu, 8 Agustus 2026

Mengajar Jangan untuk Menggugurkan Kewajiban

PALU EKSPRES, PALU – Kualitas yang dimiliki oleh sebuah generasi penerus bangsa, dinilai salah satunya ditentukan oleh kualitas guru pendidikan agamanya.

Olehnya, menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada, perlu ditinjau lebih dalam sejauh mana tanggung jawab moral tersebut, dilaksanakan oleh para guru agama.

“Ini tanggung jawab moral kita. Jadi, jangan guru agama mengajar hanya untuk menggugurkan kewajiban,” tegas Abdullah, saat membuka Workshop Penyusunan Naskah Soal Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu 7 Februari 2018.

Ia juga menekankan, keberhasilan para peserta didik pada USBN nantinya, merupakan keberhasilan dari gurunya.

Sebaliknya menurut Abdullah, jika peserta didiknya gagal dalam mata pelajaran agama, maka itu merupakan kegagalan dari metode pembelajaran yang diterapkan oleh gurunya.

“Kalau misalnya anak didik itu lulus di mata pelajaran lain sedangkan di pelajaran agama tidak lulus, maka adalah metode pembelajaran guru agamanya yang ditanyakan, sehingga kurang menarik minat peserta didiknya,” ujarnya.

Olehnya, Abdullah menerangkan, para guru agama hendaknya dapat berinisiatif dan berinovasi untuk menambah pengetahuan dan wawasan anak didiknya di bidang keagamaan, dengan ketersediaan waktu mengajar 3 jam setiap pekannya.

“Saya juga mendorong kepada Kepala Bidang, untuk terus mengevaluasi guru-guru agama di Sulteng yang jumlahnya begitu banyak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Kiflin Padjala menyebutkan, workshop yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, akan betul-betul fokus pada penyusunan naskah soal USBN mata pelajaran PAI, mulai dari tingkat SD, SMP, serta SMA dan SMK.

Output dari hasil kerja pad workshop tersebut, akan dilihat pada persentasi tingkat kelulusan mata pelajaran PAI nantinya.

“Wajah pendidikan agama kita, salah satunya akan dilihat pada hasil dari mata pelajaran PAI pada USBN nantinya,” kata Kiflin.

Kiflin menuturkan, sebanyak 70 peserta yang mengikuti workshop tersebut, merupakan representasi dari para guru PAI tingkat SD, SMP, SMA dan SMK dari seluruh daerah di Provinsi Sulteng.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital