Sabtu, 8 Agustus 2026

Target Kepesertaan Pekerja Formal di Atas 50 Persen

PALU EKSPRES, PALU – Pada tahun ini BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja formal atau Tenaga Kerja Penerima Upah (TK PU) dapat mencapai angka di atas 50 persen. Sedangkan bagi kepesertaan pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) ditargetkan dapat meningkat persentasinya menjadi dua digit angka.

“Sekarang dalam posisi mendekati 50 persen (untuk TK PU-red), dan yang BPU karena memang baru diwajibkan mulai Juli 2015, posisinya masih di bawah 10 persen, ini yang akan kita dorong. Targetnya, 2018 di atas 50 persen untuk PU, dan bisa sampai dua digit lah untuk BPU,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis, kepada para wartawan, usai mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Triwulan I BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku, di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa 13 Februari 2018.

Tahun 2018 katanya lagi, merupakan tahun yang penting bagi BPJS Ketenagakerjaan menuju roadmap keberhasilan yang ditetapkan oleh pemerintah. Tahun 2018, disebutkan sebagai starting point yang sangat penting, bagi BPJS Ketenagakerjaan, untuk mencapai target 80 persen kepesertaan formal dan 15 persen kepesertaan sektor BPU, yang harus dilindungi pada tahun 2021 mendatang.

“Untuk itu, strategi kita adalah memberikan sosialisasi dengan masif, melayani peserta dengan baik, memberi kemudahan akses kepada para peserta, kemudian kita juga meningkatkan manfaat-manfaat pelayanan atau penjaminan,” jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan juga sedang menyiapkan berbagai layanan mneuju era digital. Di antaranya mempermudah akses ke BPJS Ketenagakerjaan, serta melakukan kolaborasi atau kerja sama dengan semua pihak, yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini dengan tujuan melindungi sebanyak-banyaknya pekerja, supaya kesejahteraannya mempunyai jaminan. Kalau terjadi apa-apa sudah ada penopangnya tidak segera jatuh dalam kesulitan ekonomi, dan hari tua sudah dipersiapkan dengan baik,” jelasnya lagi.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital