Sabtu, 25 April 2026

OSIS SMA 4 Deklarasi Tolak LGBT dan Hari Valentine

PALU EKSPRES, PALU – Ratusan siswa SMA Negeri 4 Palu, berdiri dan secara bersama-sama menyatakan komitmen mereka untuk menolak perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) serta perayaan Hari Valentine, di halaman SMAN 4 Palu, Rabu 14 Februari 2018.

Deklarasi ini merupakan kegiatan yang digagas OSIS SMAN 4 Palu bisang Rohani Islam (Rohis). Menurut mereka, perilaku LGBT merupakan perilaku menyimpang, yang harus segera dicegah berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, perayaan hari Valentine juga dinilai merupakan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya keindonesiaan, karena merupakan produk budaya luar yang tidak memiliki manfaat bagi kehidupan generasi muda Indonesia.

Ketua OSIS SMAN 4 Palu, Abd. Rahman Soleh menyebutkan, deklarasi bersama yang juga dihadiri pengurus OSIS dan Rohis sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK dan MA se-Kecamatan Palu Barat tersebut, merupakan salah satu misi OSIS untuk menyampaikan ke masyarakat luas, khususnya bagi para pelajar bahwa perilaku LGBT perlu diminimalisir di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.

“Kepada seluruh masyarakat, kita berharap untuk juga menolak LGBT. Deklarasi ini merupakan misi kita sebagai pelajar generasi pelanjut bangsa, untuk meminimalisir hadirnya kaum LGBT. Kita bersama-sama melaksanakan kegiatan ini, agar yang lainnya juga mau mendukung,” jelas Abd. Rahman.

Ia berharap, apa yang telah dideklarasikan tersebut, dapat diwujudkan dalam kehidupan keseharian, utamanya bagi para pelajar.

“Kelanjutannya mungkin bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan ke depannya bisa semakin digaungkan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih bermakna,” ujarnya.

Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini mengaku sangat mengapresiasi inisiatif para pengurus Rohis OSIS di sekolah yang dipimpinnya tersebut. Ia menilai, hal ini merupakan salah satu wujud dari penanaman nilai-nilai karakter bangsa Indonesia, bagi para pelajar khususnya di SMAN 4 Palu.

“Saya melihat ini adalah kegiatan yang sangat positif, dan harus didukung, karena merupakan bagian dari pendidikan karakter, yang dicanangkan oleh pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kota Palu,” kata Syam Zaini.

Ia menambahkan, nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan di SMAN 4 Palu, salah satunya memberikan pemahaman kepada para peserta didik, hal-hal apa saja yang sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila, serta hal-hal lainnya yang bertentangan dengan dua dasar Negara tersebut.

“Selain itu, kami juga melaksanakan program full day school atau lima hari sekolah, yang melalui ini kami menekankan pendidikan karakter melalui ekskul (ekstrakurikuler-red) yang ada, seperti ekskul olahraga, seni serta gerakan Pramuka, sebagai pembentukan jiwa nasionalisme dan kebangsaan kepada para peserta didik kami,” jelas Syam Zaini.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadirkan Ketua PW Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulteng, Rafani Tuahuns, yang menjadi pemberi tausyiah kepada para pelajar. Selain membacakan deklarasi secara serentak, dalam kegiatan tersebut perwakilan siswa SMAN 4 Palu juga membacakan puisi tentang LGBT. Juga, para siswa juga diberikan kesempatan menandatangani spanduk berisi komitmen penolakan LGBT dan perayaan hari Valentine.

(abr/Palu Ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777