Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

Tujuh Perkara Manusia Tidak Diciptakan Semuanya Beriman

Oleh: Sumiaty, S. Makka, SPd
(Wakil Ketua PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulteng)

Dalam suatu kesempatan, ada jamaah yang bertanya, bahwa Allah kan Maha Kuasa. Kondisi di dunia banyak manusia tidak taat/tidak beriman, mengapa tidak Allah menciptakan semua manusia beriman? Dilansir dari website Sang Pencerah, Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc Pembina rubrik Tanya Jawab, mengatakan setidaknya ada 7 hal mengenai hal tersebut.

1. Sebelum manusia dilahirkan, manusia oleh Allah telah diberi fitrah untuk beriman kepada Allah. Manusia disumpah agar menyembah hanya kepada Allah. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS. Al-A’raf: 171).

2. Kemudian manusia diberi dua pilihan, baik atau buruk. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (al-Balad : 10).

3. Allah memberikan sifat akal pikiran kepada manusia. Selain itu, manusia diberi sifat memilih. Dengan akal ini, manusia akan menentukan jalan mana yang ia pilih. “Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman) maka hendaklah ia beriman dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (Q.S. Al-Kahfi: 29)

4. Pilihan jalan yang baik atau buruk, keduanya punya konsekwensi. Bahwa jika ia berjalan/beramal sesuai dengan perintah/aturan Allah, maka dengan rahmatNya, Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Sebaliknya jika ia tidak menuruti aturan-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka sesuai dengan kehendak-Nya Yang Maha Mutlak .
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka).

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. al-A’raf: 40-42].

5. Jadi, salah satu hikmah mengapa Allah tidak menciptakan manusia semuanya beriman adalah agar manusia memilih sendiri. Manusia yang menentukan sendiri pilahannya dan dia akan mempertanggungjawabkan atas pilihannya itu.

6. Barangkali karena sikap “memilih” inilah yang menjadi kelebihan manusia sesuai dengan tugasnya di muka bumi, yaitu untuk membangun peradaban (menjadi khalifah). Jika manusia tidak diberi kekuasaan memilih, manusia menjadi seperti malaikat yang “tidak kreatif”.
Jika demikian, tentu tidak sesuai dengan fungsi manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi.

7. Manusia beriman dan kufur itu bukan maslahat bagi Allah. Jika seluruh manusia beriman, sama sekali tidak mengurangi kemahabesaran Allah. Jika seluruh manusia kufur, pun tidak mengurangi ke-Maha Kuasa-an Allah. Ingat, Allah tidak membutuhkan manusia, tapi manusia lah yang selalu membutuhkan Allah. “Jika kamu berbuat baik, kebaikan itu bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri” QS. Al Isra: 7. Wallahu A’lam.

(***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital