Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

Jangan Jadi Orang Bodoh Lagi, Merugi di Bulan Ramadhan

Oleh: Muh. Syaltut, S.Sy.
(Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PD Muhammadiyah Kota Palu)

Suatu ketika Rasulullah saw. Pernah berwasiat, sebagaimana dalam hadis shahih riwayat At-Tirmidzi dari Sahabat Abu Hurairah ra.

“…bodoh dan rugilah seorang hamba! Ramadan menjumpainya lalu kemudian Ramadan tersebut meninggalkannya sebelum dosa-dosanya diampuni (oleh Allah)…”

Rasulullah SAW adalah manusia yg amat mulia, di antaranya tidak pernah keluar dari lisan beliau perkataan-perkataan yang merendahkanatau menghinakan orang lain. Ingatkah kita ketika beliau dizalimi oleh kaum toif, saat hijrah ke negeri tersebut? Bukan makian merendahkan atau menghinakan yg terlontar dari lisan beliau, justru doa kebaikan yang keluar dari lisan beliau yang mulia.

“Yaa Allah ampunilah kaumku, sesungguhnya mereka belum mengetahui (akan diriku),” (Sebagaimana dalam hadis shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).
Bahkan ketika kaum muslimin mengalami kekalahan telak di perang Uhud, akibat kelalaian para pasukan pemanah yg ditempatkan di atas bukit Uhud, sehingga beliau juga mengalami banyak luka bahkan gigi beliau patah, kaum muslimin banyak terbunuh, termasuk di antaranya sang singa Allah, paman beliau tercinta, Hamzah bin Abdul Muthalib r.a mengalami kesyahidan yang tragis, masih juga beliau memaafkan para pasukan pemanah yg lalai tersebut.

Yang telah menyebabkan kerugian besar di tubuh umat islam waktu itu, masih juga beliau berlemah lembut terhadap mereka, dan bahkan masih mengajak mereka untuk ikut bermusyawarah.

Tapi dalam konteks wasiat beliau dalam hadis di atas, beliau benar-benar menghinakan dan merendahkan seseorang, yaitu siapa saja seorang Muslim yang tidak memiliki concern, kepekaan atau sensitivitas terhadap hakikat bulan Ramadan. Bagaimana bisa?

Ingatlah, Ramadan merupakan bulan istimewa, segala kebaikan ada di dalamnya, mulai dari berkah, Rahmat dan hingga ampunan memenuhi bulan Ramadan. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan gembong-gembong syetan dibelenggu, sebagaimana keterangan dalam sebuah hadis shahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital