Minggu, 9 Agustus 2026

POPDA 2015, Palu Terjunkan 36 Atlet Terbaik

13 Kali Juara Umum, Optimis Juara Lagi

PALU,PE-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palu menyiapkan 36 atlet berbakat untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Sulteng ke-14 tahun 2015 di Kabupaten Morowali.
Ajang tersebut akan berlangsung selama lima hari sejak 19 hingga 23 Agustus mendatang.
Ke 36 atlet yang diterjunkan masing-masing untuk cabang olahraga yaitu atletik, renang, voli pasir dan karate.
Kepala Dispora Palu Nur Salam, menyebutkan total peserta dalam kontingen Palu sebanyak 53 orang.
Yang terdiri atas 36 atlet, 8 pelatih 8, 8 oficial/manager dan 1 anggota tim aju.
Rombongan akan diberangkatkan pada 17 Agustus malam.
“Mengenai akomodasi, semuanya ditanggung oleh panitia daerah setempat,” kata Nur Salam, Rabu 12 Agustus 2015 di kantornya.
Nur Salam memastikan atlet yang akan diutus adalah putra-putri pilihan terbaik yang telah melalui training khusus.
“Umumnya para atlet ini adalah atlet terbaik hasil seleksi dari masing-masing sekolah di Kota Palu,” sebutnya.
Dia pun sangat optimis Palu masih menjadi kontingen yang diperhitungkan dalam POPDA kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejak POPDA pertama hingga POPDA ke-13 tahun lalu, Palu tercatat sebagai yang terbaik. Kedudukannya sebagai peraih juara umum belum dapat dilengserkan oleh kontingen dari daerah lain di Sulteng.
Bahkan dirinya pun yakin, atlet Palu kali ini bisa mempertahankan posisi juara umum. Gelar juara umum itu belum pernah direbut kabupaten lain.
“Kalau berhasil lagi menjadi juara umum, kado ini akan kami persembahkan kepada Pak Walikota Rusdy Mastura sebagai kado terakhir masa jabatannya,”pungkas Nur Salam.
Kepala Seksi Pembinaan Atlet Dispora Palu, Ninong menjelaskan, ada dua mekanisme POPDA yang diberlakukan setiap tahun untuk menuju penjaringan ke tingkat Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (POPNAS).
Keduanya yaitu POPDA non Pekan Olah Raga Pelajar Wilayah (POPDA non POPWIL) dan POPDA POPWIL. POPDA tahun ini yang diselenggarakan di Kabupaten Morowali merupakan POPDA kategori non POPWIL. Non POPWIL diselenggarakan setiap tahun ganjil. Sedangkan POPDAPOPWIL diselenggarakan setiap tahun genap.
Cabang olah raga pada non POPWIL lebih sedikit ketimbang POPDA POPWIL. Cabang olah pada non POPWIL sebanyak empat cabang yaitu atletik, renang, voly pasir dan karate. Sedangkan cabang pada POPDA POPWIL sebanyak enam yakni bulu tangkis, voly pasir,pencak silat, tenis meja, tenis lapangan dan sepak takraw putra.
“Perbedaan lainnya adalah, hasil dari POPDA non POPWIL itu langsung diikutkan padaevent POPNAS. Sedangkan POPDA POPWIL masih harus mengikuti even regional sebelum menuju POPNAS,”jelas Ninong.
Seleksi dari POPDA non POWIL tahun ini di Kabupaten Morowali merupakan penjaringan untuk mewakili Sulteng pada POPNAS tahun 2016 yang akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization