Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

Puasa Wajib dan Sunnah

Oleh: Muh Antoni Tulo’iyo
(Wakil Ketua Pemuda PW Muhammadiyah Sulteng)

DALAM garis besarnya, puasa itu ada dua macam, yakni Puasa fardhu (wajib), kedua puasa tathawu (sunat). Di antara puasa fardhu itu, yakni Puasa Ramadhan dan puasa kaffarat. Puasa kaffarat, adalah denda wajib terhadap 0rang yang batal puasa Ramadhannya, karena “bertemu” dengan istri di siang hari (sesudah terbitnya fajar).

Pelaku kaffarat didenda dengan (a) memerdekakan budak sahaya, (b) diwajibkan berpuasa dua bulan berturut-turut, (c), jika tidak mampu, maka dia memberi makan kepada 60 orang miskin. Juga puasa kaffarat itu diwajibkan kepada; “Orang yang membunuh seorang Mu’min dengan sengaja.” (QS Annisa: 93).

Juga kepada “Orang yang menceraikan istrinya dengan zihar, yaitu mengatakan istrinya sebagai ibunya, kemudian mereka hidup kembali sebagai suami-istri.” (Al-Mujadilah: 3). Puasa kaffarat juga diberlakukan kepada orang yang; “Mengucapkan sumpah yang telah kamu ikat teguh (denda tentang ini, memberi makan 10 orang atau puasa tiga hari) (Al-Maidah: 89).

Juga diberlakukan puasa kaffarat kepada orang yang; “Membunuh binatang liar ketika sedang mengerjakan haji (dendanya ialah mengganti dengan binatang yang serupa seperti yang dibunuh itu, atau memberi makan kepada orang miskin, atau berpuasa.” (Al-Maidah: 95).

Puasa wajib juga berlaku kepada orang yang melakukan nazar, yaitu meniatkan atau berjanji kepada diri sendiri akan berpuasa sebagai tanda kesyukuran. Biasanya tatkala mendapat nikmat, atau terhindar dari bahaya dan lain-lain. Adapun puasa tathawu (sunnah), antara lain, (1) puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), (2) puasa Arafah (9 Dzulhijjah); (Tidak sunnat bagi orang yang sedang mengerjakan haji), (3) puasa 6 hari dalam bulan Syawal, (4) puasa tiap-tiap hari Senin dan Kamis, dan (5) puasa 3 hari di setiap pertengahan tanggal hijriah.

Adapun tujuan dilaksanakannya puasa, baik puasa wajib maupun sunat, adalah untuk meningkatkan manusia ke puncak kehidupan rohaniah yang paling tinggi dan mulia dalam pandangan Allah, yakni derajat Taqwa. Sebab orang yang menggapai derajat itu, senantiasa mendapat bimbingan dari Allah dan di dalam kehidupan dan perjuangannya, dijamin oleh Allah untuk mendapatkan kemenangan. Wallahu a’lam bish shawab.

(***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital