Minggu, 9 Agustus 2026

Juni 2018, Nilai Ekspor Sulteng Turun

Foto-Ilustrasi-pelabuhan

PALU EKSPRES, PALU– Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan selama bulan Juni 2018. Sebagaimana laporan BPS Sulteng yang disampaikan oleh Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar, menyebutkan bahwa nilai ekspor Sulteng selama bulan Juni 2018 senilai US$ 382,04 juta atau terjadi penurunan sebesar US$ 55,26 juta atau 12,64 persen dibanding bulan sebelumnya. “Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 379,70 juta dan provinsi lain senilai US$ 2,34 juta,” kata Faisal Anwar didampingi Kabid Statistik Distribusi G.A Nasser, Rabu (1/8/2018), di kantor BPS Sulteng.
Sementara itu, Kabid Statistik Distribusi Nasser menambahkan, walau ekspor Sulteng terjadi penurunan jika melihat dari bulan sebelumnya (M to M), namun jika membandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Y to Y), nilai ekspor Sulteng mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Menurutnya, selama Januari-Juni 2018, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 2.281,70 juta atau meningkat US$ 1.098,21 juta (92,79 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 1.183,49 juta. Sementara itu, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 2.260,21 juta dan provinsi lain senilai US$ 21,49 juta.
Nasser menambahkan, selama Juni 2018, ekspor Sulawesi Tengah didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 232,42 juta atau 60,84 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 145,08 juta (37,98 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 2,00 juta.
Selama Januari-Juni 2018, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 1.568,19 juta atau 68,73 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 672,93 juta (29,49 persen). Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 1,00 persen. Itu ekspor sudah termasuk di dalamnya ekspor komoditi pertanian yang hanya 0,18% dari total ekspor Sulteng.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital