Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Hamsir: Tuntutan APB Tidak Realistis

PALU EKSPRES, PALU – Desakan Aliansi Palu Bersatu (APB) kepada DPRD Palu yang meminta wali kota dan wakil wali kota diturunkan dari jabatan dinilai tidak realistis dan tidak punya pegangan hukum.

Pendapat itu dikemukakan Anggota DPRD Palu, Hamsir. Dia menilai tak ada alasan hukum bagi DPRD untuk bisa mengakomodir tuntutan itu “Menuntut wali kota dan wakil di ‘impeachment’. Apa dasar hukum kira. Apa bukti yang menyatakan wali kota menjadi penyebab bencana,” kata Hamsir, Senin 12 November 2018.
Hamsir menyebut, pada prinsipnya sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Palu memang wajib menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat. Tapi untuk alasan demikian, DPRD menurutnya tak bisa mengambil tindakan secara serampangan.
“Mau diimpactmen bagaimana. Tuntutan itu harus realistis juga,” ujarnya.
Seandainya lanjut Hamsir, ada alasan hukum disertai bukti-bukti kuat, tuntutan itu pasti ditindaklanjuti sesuai dengan kapasitas DPRD.
“Coba kalau materi laporannya menyangkut perbuatan melawan hukum lain. Dan punya bukti bukti, kami di DPRD pasti tindaklanjuti,” pungkasnya.
Demikian halnya laporan ABS ke Polda Sulteng terkait dugaan pembunuhan massal yang dituduhkan kepada wali kota, Hamsir mengaku laporan itu kemungkinan besar tidak dapat diteruskan.
Pasalnya alasan dalam laporan itu, wali kota disebut mengabaikan peringatan dari BMKG. Sehingga tak ada langkah penyelamatan dini bagi warga. Sementara BMKG sendiri telah membantahnya.
“Kan sudah ada pernyataan resmi BMKG yang membantah hal itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD lainnya, M Rum justru menghawatirkan adanya laporan balik wali kota terhadap pihak APB.
“Ini menyangkut bantahan BMKG. Ternyata tidak benar adanya peringatan penyelamatan dini yang disampikan ke wali kota. Kan bisa saja wali kota lapor balik,” singkat Rum. Untuk diketahui tuntutan massa APB disampaikan beberapa kali dalam unjuk rasa. Massa mendesak wali kota dan wakilnya diturunkan karena dianggap sebagai biang bencana di Kota Palu.
Jumat 9 November 2018, APB bahkan melaporkan wali kota ke Polda Sulteng dengan laporan dugaan pembunuhan massal. Karena wali kota dianggap mengabaikan peringatan dari BMKG yang memintanya segera mengambil langkah penyelamatan dini terhadap masyarakat sebelum gempa bermagnitudo 7,4SR terjadi.(mdi/Palu ekspres )

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital