Sabtu, 8 Agustus 2026

KKP Terus Kampanyekan Gemarikan

PALU EKSPSRES, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus
melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan,
Kementerian Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto
menegaskan, meski konsumsi ikan dalam negeri setiap tahun meningkat,
tapi pihaknya terus dan tidak akan berhenti menggaungkan kampanye
tersebut.

“Kami selalu mengajak seluruh elemen agar bersama-sama menggaungkan
Gemarikan kepada masyarakat,” tegas Rifky saat Rapat Koordinasi Forum
Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), di The Mirah Hotel, Bogor
beberapa hari lalu.

Rifky kemudian menuturkan, saat ini konsumsi ikan nasional trennya
selalu naik. Data dari KKP, sepanjang lima tahun belakangan, target
konsumsi ikan per kapita tahunnya selalu meningkat.

“Tahun 2014 sebesar 38,14 kg per kapita per tahun, tahun 2015 40,9 kg
per kapita per tahun, 2016 43,88 kg per kapita per tahun, tahun 2017
47,12 kg per kapita per tahun, tahun 2018 50 kg per kapita per tahun.
Sementara, untuk tahun 2019 nanti, target konsumsi perikanan nasional
menjadi 54,49 per kapita per tahun,” papar dia.

Artinya, hampir per tahunnya target konsumsi ikan nasional selalu
terpenuhi bahkan tidak jarang melebihi target yang ditetapkan.

“Ini bukti kalau masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya
mengonsumsi ikan bagi kesehatan,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus mendengungkan pentingnya konsumsi
ikan. Pasalnya, ikan sangat berperan penting dalam Gerakan
Peningkatan Gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1.000
HPK), di mana bis mengurangi permasalahan balita stunting dan kurang
gizi.

Selain itu, dampak dari kurang gizi bisa menyebabkan otak kosong
bersifat permanen tak terpulihkan yang bermutu sumber daya manusia
yang rendah sehingga dapat menjadi beban suatu negara.

Karenanya, untuk mencegah masalah tersebut, kata dia, KKP pun
menggagas Seafood Lovers Millennial.

Adapun latar belakang digagasnya Seafood Lovers Millennial ini selain
ingin membangun budaya makan ikan ke arah yang kekinian alias lebih
modern, juga berkaitan dengan Indonesia yang akan mendapat anugerah
bonus demografi selama rentang waktu 2020-2035, yang akan mencapai
puncaknya pada 2030.

“Kita bisa lihat Jepang, penduduknya pintar dan cerdas karena
konsumsi makan ikannya tinggi, kita mengiinginakan generasi kita pun
demikian. Makanya kita harus cetak, generasi emas yang sehat dan
pintar. Dari sinilah upaya kita mengajak masyarakat untuk terus
mengkonsumsi makan ikan,” tutur Rifky.

Maka dari itu, kami membuat konsep Seafood Lovers Millennial yang
sifatnya ready to eat. Kita akan olah ikan jadi produk yang kekinian.
Seperti jadi fillet bahkan es krim.

“Poin nya kita ingin jadikan ikan sebagai bahan baku makanan. Agar
generasi millennial kian cinta makan ikan,” tandasnya.

(chi/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital