PALU EKSPRES- Agensi Cube Entertainment dituntut minta maaf oleh para penggemar K- pop, terutama yang muslim. Hal tersebut karena mereka menggunakan
masjid sebagai gambar latar ketika salah satu grup asuhannya, (G)I-DLE
tampil di acara Golden Disc Awards ke-33, Sabtu (5/1/2018).
Akibatnya, tagar #CUBEAPOLOGIZE dan #CUBE_ENT_사과하다 masuk ke trending
topic dunia Twitter. Beberapa penggemar mengungkapkan aksi protesnya
di Twitter dan tak sedikit diantaranya yang mengunggah screenshot
gambar saat grup (G)I-DLE tampil.
Dalam gelaran Golden Disc Awards ke-33, G(I)-DLE sendiri tampil
membawakan lagu andalan mereka, yakni Latata. Gambar masjid tersebut
tampak sangat jelas menjadi gambar latar di layar besar yang ada di
atas panggung utama Golden Disc Awards. Saat itu, penampilan keenam
personel G(I)-DLE juga ditemani oleh para penari yang mengenakan
cadar.
“Menggunakan tempat ibadah umat muslim sebagai background di panggung
ketika grup idola, (G)I-DLE menari. Astagfirullahaladzim! Kami tidak
bisa membiarkan ini lagi. Agama bukanlah bahan candaan,” tulis seorang
penggemar di Twitter.
“Ya ampun! Tidak! Ini tidak benar! Kalian tidak harus melakukan itu,
kalian harus menghormati semua agama, temasuk muslim. Kalian memasang
gambar masjid di sana, apakah kalian sehat? Aku tidak menyerang
grupnya, aku menyerang agensinya. Kalian harus minta maaf!” tulis yang
lain.
“Ini memalukan! Girlgrup K-pop menggunakan masjid sebagai background
dan mereka menari di depannya? Sangat tidak menghormati menari di
depan tempat ibadah. Jika kalian tidak tahu, masjid adalah tempat
ibadah umat muslim,” ujar penggemar berbeda.
“Aku bukan muslim, tapi aku menemukan ini berlebihan dan tidak baik.
Masjid adalah tempat ibadah, tidak pantas digunakan untuk background
sebuah penampilan. Bayangkan jika mereka menggunakan gereja atau kuil
tempat kalian ibadah juga, bagaimana perasaanmu?” tulis lainnya.
“Kami menghormati kebudayaan Korea, tolong hormati juga agama kami,”
tulis penggemar.
Tidak hanya kepada Cube Entertainment, para penggemar juga menyalahkan
panita penyelenggara, yakni pihak Golden Disc Awards ke-33. Mereka
menilai, baik Cube dan juga pihak Golden Disc Awards sangat tidak
menghormati agama Islam.
(det/jpc)






