Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Rehab-Rekon Palu Butuh Rp14,5 T

PALU EKSPRES, PALU – Dialog publik rencana rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) serta rencana aksi daerah digelar bersama Pemkot Palu dan UNDP, Rabu 9 Januari 2019. Dalam dialog itu mengemuka nilai kebutuhan biaya untuk melaksanakan RR di Kota Palu Sulawesi Tengah. Berdasarkan rekapitulasi hasil kajian kebutuhan paska bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu, proyeksi total anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan RR sebesar Rp145 triliun lebih.
Kepala BPBD Palu Fresli Tampubolon dalam paparannya, kebutuhan itu dipisahkan berdasarkan sektor dan subsektor. Yaitu sektor pemukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektor. Dengan rincian, untuk pemukiman membutuhkan anggaran total sebesar Rp4,2 triliun infrastruktur sebesar Rp6,7 triliun. Sosial Rp1 triliun lebih. Ekonomi sebesar Rp2,3 triliun lebih. Dan lintas sektor sebesar Rp185,8 miliar lebih.
Kebutuhan total anggaran menurut nya dihitung dari nilai kerusakan dan kerugian pada masing-masing sektor. Pada sektor pemukiman, nilai kerusakan dan kerugian sebesar Rp3.3triliun lebih. Terdiri dari subsektor perumahan sebesar Rp 3,3triliun lebih dan subsektor prasarana lingkungan Rp63miliar lebih.
Sektor Infrastruktur terdiri dari subsektor transportasi dengan nilai kerusakan dan kerugian Rp260miliar lebih. Subsektor sumber daya air Rp46.3 miliar lebih dan subsektor sumber daya energi Rp4,5 miliar lebih.
Kemudian sektor sosial. Terdiri dari subsektor kesehatan Rp210,7miliar lebih, pendidikan Rp 312,6 miliar lebih, agama Rp88,5 miliar lebih dan subsektor perlindungan sosial Rp6,4 miliar lebih.
Selanjutnya sektor ekonomi. Terdiri dari subsektor pertanian, perkebunan,, perikanan dengan nilai kerusakan dan kerugian Rp85,5 miliar lebih, perdagangan Rp1miliar lebih dan subsektor pariwisata Rp1,2 miliar lebih.
Berikutnya lintas sektor yang terdiri dari subsektor pemerintahan dengan nilai kerusakan dan kerugian Rp409,7 miliar lebih dan subsektor keamanan dan ketertiban sebesar Rp 123,2 juta lebih.
Namun begitu kata Fresli kebutuhan anggaran itu belum terpisah secara kewenangan lintas pemerintah dan lembaga. Sebab di Kota Palu sebagai ibukota provinsi terdapat banyak sektor yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan lembaga.
Sehingga bila diperkecil, ditemukan persentase kewenangan masing-masing. Yakni kewenangan provinsi sekitar 44,7persen. Kewenangan lembaga sekitar 39,78persen dan kewenangan Kota Palu hanya berkisar 24,66persen
“Karena itu hasil rekapitulasi yang kami lakukan ini perlu lebih dilengkapi dan diperkaya melalui dialog publik ini,”sebut Fresli.
Jika melihat persentase yang menjadi kebutuhan Kota Palu, maka ditemukan angka kebutuhan sebesar Rp3,8 triliun lebih. Sementara kata dia nilai total APBD Kota Palu hanya sebesar kurang lebih Rp1,3 triliun. Angka APBD tersebut jelas Fresli tidak akan cukup memenuhi kebutuhan anggaran untuk melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Nilai anggaran APBD Palu itu lanjut dia belum dipisahkan untuk belanja daerah. “Nah, apakah kemudian APBD Palu itu mampu melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan. Ini perlu ada kajian untuk melengkapinya kemudian kita advokasi bersama-sama,”demikian Fresli.
Paparan kemudian dilanjutkan Kepala Bidang Data dan Informasi Bappeda Palu,Ibnu Mundzir. Ibnu menjelaskan, kebutuhan untuk rencana aksi daerah dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pada prinsipnya sama dengan hasil kajian BPBD Palu. Bappeda menurut dia hanya melengkapi data secara terperinci mengenai jumlah korban meninggal dunia dan hilang. Serta merinci jumlah kerusakan rumah yang dialami masyarakat.

(mdi/palu ekspres).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital