Minggu, 9 Agustus 2026

Menpar Apresiasi Harga Tiket Domestik Turun Hingga 60 Persen

PALU EKSPRES, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) sepakat untuk menurunkan tarif tiket pesawat domestik mulai dari 20 persen hingga 60 persen. Atas kesepakatan tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang.

“Alhamdulillah tiket sudah diturunkan, dari 20 persen sampai 60 persen,” kata Arief ditemui di Jakarta, Senin (14/12/2019).

Mantan CEO Telkom Indonesia ini mengatakan harga tiket pesawat merupakan komponen yang sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis pariwisata domestik. Apabila harga tiket naik terlalu tinggi maka akan terjadi elastisitas volume kunjungan yang turun.

“Salah satu porsi cukup besar adalah harga tiket. Kalau terlalu tinggi, atau naiknya terlalu tinggi akan ada elastisitas volumenya akan turun,” jelasnya.

Dia juga tak menyalahkan apabila maskapai ingin menaikkan harga tiket karena alasan internal perusahaan. Namun, dia meminta jangka waktu kenaikan harga tidak dalam waktu yang cepat, jika yang terjadi demikian maka bukan mustahil kalau pasar langsung bereaksi seperti pekan lalu.

“Memang ini udah terlanjur terjadi. Kalau toh harus naik jangkanya jangan sebulan tapi tiga tahun supaya tidak terasa orang. Jangan sampai beban yang lama disatukan sekarang. Pasti pasarnya bereaksi,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Minggu (13/1/2019), Ketua Umum INACA Ari Ashkara mengatakan penurunan tarif telah berlaku untuk beberapa rute. Selain Jakarta-Surabaya, ada rute Jakarta-Jogja dan Jakarta-Denpasar. “Akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya,” katanya.

Kini tiket dari Jakarta ke Surabaya dibanderol Rp 500 ribu hingga Rp 1,3 juta untuk periode terbang bulan ini. Harga tersebut jauh turun jika dibandingkan pekan lalu. Jumat lalu, misalnya, harga tiket Jakarta-Surabaya paling murah masih di kisaran Rp 800 ribu.

Ari menegaskan, kenaikan harga tiket pesawat sebenarnya wajar. Sebab, kenaikan tersebut masih di bawah tarif batas atas (TBA) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016.

(uji/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital