Sabtu, 8 Agustus 2026

Megawati: Wes Kalah, ya Kalah Wae toh yo

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan pemilu kali ini. Masyarakat menurutnya seperti ketakutan, padahal sejak pemilu pertama 1955 rakyat selalu tertawa senang hati saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Pemilu 2019 kenapa jadi seperti ini. Kenapa sekarang orang ditakut takuti, jangan pilih Jokowi, memangnya kenapa ya Pak Jokowi. Katanya demokrasi, demokrasi apa?” kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2/2019).

Mega juga mengatakan, penyebaran hoax menjadi penyebab keadaan bangsa Indonesia seperti saat ini. Ujaran kebencian terus disebar untuk menjatuhkan Jokowi yang telah bekerja dan berupaya membangun Indonesia.

“Aneh sekali sekarang ini. Kenapa hanya mencari seorang Presiden rakyat ini ditebarkan kebencian hoax segala, hanya untuk memenangkan yang menyebarkan hoax,” kata Mega.

“Pertanyaannya, kalau kalian dibegitukan kayak apa ya rasanya, tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling bergotong royongan. Padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh bung Karno, tapi di gali dari kultur Indonesia. Wes kalah ya kalah wae toh yo, (Kalau sudah kalah ya kalah aja),” ucapnya.

Dia pun meminta agar para penyebar hoax kebencian agar segera sadar dan bertanggungjawab dengan apa yang telah dilakukan selama ini.

“Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggungjawab dan ksatria, maka datanglah kesini, ayo ngomong, nanti ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri kamu, yang hanya keluar adalah kebencian, yang belum tentu kamu pun mengalami kebencian seperti itu, dapat juga kamu merasakan betapa sakitnya,” jelasnya.

Bahkan dia mengancam kadernya jika di partainya terdapat penyebar hoax agar segera angkat kaki dan keluar dari PDI Perjuangan. PDIP tidak membutuhkan kader yang meyebarkan kebencian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

“Sekarang (banyak) anak muda pintar bermain cyber, banyak yang pintar tapi tak punya sopan santun dan etika. Di sini jangan ada yang seperti itu. Kalau disini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoax) di PDI Perjuangan. Harus bertanggung jawab berani kamu menyebarkan kebencian, sini..!!,” tegasnya.

(igm/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital