PALU EKSPRES, SIGI– Pascabencana 28 September 2018, para pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan sekitar pasar Biromaru, saat ini mereka sudah mulai masuk ke dalam pasar untuk berjualan.
“So ada kurang lebih dua minggu kami para pedagang yang berjualan di pinggir jalan sudah kembali berjualan di dalam pasar,” kata Beni, salah seorang pedagang barang campuran yang ada di Pasar Biromaru, Minggu 3 Maret 2019.
Bukan hanya para pedagang barang campuran, penjual daging yang sebelumnya berjualan di luar Pasar Biromaru, saat ini sudah menempati lapak mereka di Pasar Biromaru.
“Kan so aman juga, makanya torang so masuk ulang bajual,” kata Jun, salah seorang penjual daging yang ada di Pasar Biromaru.
Walaupun mereka sudah masuk ke dalam pasar untuk berjualan kembali pascabencana, akan tetapi mereka mengancam kembali berjualan di luar pasar kalau infrastruktur pendukung seperti saluran air pembuangan dan ketersediaan air tidak terpenuhi. “ Bukan karena gempa, so dari dulu ini rusak saluran pembuangan airnya, te ada juga diperbaiki, makanya bau sekali di sini. Oleh karena itu kalau sampe akhir bulan tidak diperbaiki, torang keluar ulang di jalan bajual,” ujar Jun.
Selain itu kata Jun, ketersediaan air di dalam pasar juga harus memadai, agar supaya aktivitas jual beli bisa lancar khususnya di tempat penjualan daging dan ikan.
“Ini so saluran airnya buntu, tidak ada lagi airnya. Sehingga kita berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan oleh pihak terkait, yaitu pihak Disperindakop Sigi,” harapnya. (mg4/palu ekspres)






