Minggu, 9 Agustus 2026

Muhammadiyah Tegaskan Netral di Pilpres 2019

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pimpunan Pusat Muhammadiyah menegaskan netral dalam Pilpres 2019. Secara organisasi, mereka berkomitmen tak mendukung siapapun.

Pernyataan ini untuk menanggapi adanya deklarasi dukungan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API). API adalah kumpulan dari eksponen Muhammadiyah dan Aisyiyah yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Secara organisasi Muhammadiyah netral. Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis yang bersifat kepartaian dan kekuasaan. Sesuai dengan khittah Denpasar, Muhammadiyah terlibat dalam politik nilai dan politik kebangsaan (high politics). Kalau ada yang terlibat dalam tim sukses, itu merupakan afiliasi pribadi bukan organisasi,” kata Sekjen PP Muhammadoyah Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Senin (4/3/2019).

Kendati menyatakan netral dalam Pilpres 2019, warga Muhammadiyah tidak dilarang untuk ikut dalam kancah politik. Namun, mereka diminta untuk bersikap dewasa dan menjaga kerukunan.

“Muhammadiyah memberi kebebasan kepada anggotanya untuk terlibat dalam politik, tetapi hendaknya semuanya bersikap dewasa dengan tetap mematuhi ketentuan persyarikatan dan menjaga kerukunan serta membina persatuan,” ucap Mu’ti.

Terkait sumbangan suara yang dijanjikan API untuk Prabowo-Sandi, kata Mu’ti, itu suatu yang berlebihan. Karena pada umumnya suara warga Muhammadiyah terpecah ke petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun ke Prabowo-Sandi.

“Saya kira 25,7 juta suara itu agak berlebihan. Waktu pak Amien Rais, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dan salah satu putra terbaik Muhammadiyah, maju sebagai calon presiden tahun 2004, jumlah dukungan warga Muhammadiyah tidak sebesar itu,” tutur Mu’ti.

“Bahkan ada lembaga survei yang menyebutkan mayoritas warga Muhammadiyah justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dukungan untuk Prabowo-Sandi disampaikan oleh API di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019). API mengklaim sebanyak 90 persen warga Muhammadiyah akan memberikan suara untuk pasangan nomor urut 02.

“Diperkirakan 90 persen lebih warga Muhammadiyah-Aisyiyah se-Indonesia akan memilih pasangan 02 ini, karena memang secara visi-misi, kapasitas, dan kualitas, pasangan ini dipandang lebih mampu menjawab tantangan persoalan bangsa yang demikian kompleks,” ujar Dewan Pengarah API, Suyatno.

(rid/jpc)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital