PALU EKSPRES, PALU– Pengelolah Mall Tatura Palu, PT Citra Nuansa Elok (CNE) telah memastikan pembayaran klaim asuransi atas bangunan mall yang roboh dihantam gempa, 28 September 2018. Atas kepastian itu, management pun mulai membongkar sisa onggokan mall untuk kemudian dibangun kembali.
Pembongkaran mall pertama di Sulawesi Tengah itu rencananya ditarget selesai dalam waktu tiga bulan kedepan. Terhitung sejak 12 Maret 2019.
Direktur PT CNE, Memet, menjelaskan, seluruh proses administrasi pembayaran klaim dari asuransi telah selesai dilakukan. Nilai pertanggungan bangunan menurutnya sebesar Rp91miliar lebih. Namun nilai klaim menurut dia masih akan digodok oleh pihak asuransi.
“Nilai sebenarnya akan kami sampaikan kemudian. Tapi yang jelas kami sudah mendapat kepastian klaim. Makanya kami putuskan untuk mulai membongkar,”kata Memet, Rabu 6 Maret 2019.
Terhadap seluruh hasil bongkaran material bangunan beserta isinya yang tersisah, menurutnya akan menjadi milik pihak asuransi. Sebagai konsekwensinya, PT CNE tidak dibebankan lagi atas biaya pembongkaran tersebut. Dalam hitungan PT CNE, biaya bongkar sekelas bangunan mall bisa menelan anggaran sebesar Rp3miliar lebih.
“Material bongkaran mereka ambil sebagai kompensasi jasa bongkar,”ucapnya.
Pihak asuransi dalam proses bongkar ini melibatkan sebuah perusahaan asal Surabaya yang kompeten dalam bidang bongkar kontruksi bangunan raksasa. Sementara material bahan bangunan nantinya akan dibuang di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore.
Dia mengatakan, pembongkaran ini sedianya akan dilakukan awal Februari 2019. Menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang merasa kawatir dengan kondisi bangunan. Belum lagi pemandangan gedung mall yang bisa memunculkan rasa trauma masyarakat.
Namun pembongkaran tak bisa dilakukan serampangan. Pihak asusransi punya aturan ketat soal itu. Dan pihaknya pun kata Memet masih harus menunggu hasil perhitungan appraisal dari asusransi.
“Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena appraisal belum ditetapkan saat itu. Kami kawatir kalau dipercepat nanti justru merugikan PT CNE. Jangan jangan nilai bongkarnya nanti lebih besar ketimbang appraisal untuk biaya bongkar,”urainya.
Masih menurut Memet, pembongkaran sisa bangunan mall ini nantinya diharap tidak lagi meresahkan masyarakat. Karena jika bangunan telah rata, masyarakat pun tidak lagi trauma.
“Kasihan juga kalau setiap hari orang lewat melihat sisa bangunannya. Bisa mamancing memory orang untuk mengingat kembali bencana,”harapnya.
Bersamaan dengan proses bongkar, pihaknya juga melakukan uji kekuatan struktur tanah (Sondir) termasuk mengukur kedalaman air terdalam dibawah bangunan. Sekaligus melakukan uji geolistrik. Sebuah metoda eksplorasi geofisika untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan dengan menggunakan sifat-sifat kelistrikan batuan.
Sebab pembangunan ulang mall tatura nantinya akan diupayakan berkonstruksi tahan terhadap goncangan gempa.
“Hal ini dilakukan untuk rencana pembangunan mall yang akan dilakukan kemudian,”demikian Memet.
(mdi/palu ekspres)






