Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Lemahnya Wawasan Kebangsaan Timbulkan Radikalisme Agama

Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman langke

PALU EKSPRES, PALU – Wawasan kebangsaan dinilai memiliki peran dalam mencegah perilaku dan paham radikal dalam wawasan keagamaan warga negara. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Dr. H. Rusman Langke, hal ini karena antara wawasan kebangsaan dan moderasi umat beragama memiliki kaitan yang sangat erat.
“Wawasan kebangsaan dan moderasi umat beragama seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” kata Rusman, saat membuka kegiatan penguatan wawasan kebangsaan ASN dan non-ASN berkaitan dengan moderasi umat beragama, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin 17 Maret 2019.

Ia menjelaskan, kuatnya wawasan kebangsaan yang dimiliki warga negara akan berdampak positif pada moderasi beragama. Sebaliknya, lemahnya wawasan kebangsaan dapat berdampak pada wawasan keagamaan yang radikal dan berujung pada terorisme.

Rusman menuturkan, bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan inti sebagai masyarakat yang toleran, memiliki semangat gotong royong yang kuat, serta solidaritas yang tinggi. Budaya-budaya itu kemudian disebutnya terkoneksi dengan ajaran agama-agama yang dianut masyarakat di Indonesia.
“Orang atau kelompok yang tidak mempunyai wawasan kebangsaan tidak mengerti akar budaya Indonesia, akan sulit mempunyai religiusitas yang moderat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rusman juga menyampaikan bahwa tiga hal yang selalu dikumandangkan Menteri Agama RI, yakni moderasi beragama, kebersamaan dan integrasi data. Ketiga hal tersebut ditegaskannya menjadi ruh penggerak dalam pembangunan di bidang keagamaan.

Kegiatan penguatan wawasan kebangsaan ASN dan non-ASN yang diselenggarakan Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kanwil Kemenag Sulteng tersebut, turut dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Dr. H. Mohsen, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota di Sulteng, para Kepala KUA, Penyuluh Agama serta Penghulu di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng.

(abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital