PALU EKSPRES, DONGGALA – Pemda Donggala melalui Wakil Bupati, Moh Yasin Selasa siang 19 Maret 2019 menggelar pertemuan bersama 46 NGO yang saat ini masih konsen menangani korban bencana alam September 2018 silam.
Puluhan NGO, baik lokal, nasional, maupun dari internasional tersebut diundang untuk mensinkronkan program penanganan korban bencana di Donggala.
“Puluhan NGO itu selama ini sudah membantu Pemda Donggala dalam menangani korban bencana. Mereka bekerja atas dasar kemanusiaan.
Pemda dan NGO perlu bertemu agar Sinkron,” kata Yasin di temui diruang kerjanya, Selasa 19 Maret 2019.
Selain itu ujar Yasin pemda harus juga mengetahui daerah mana saja yang sudah tersentuh oleh NGO, tujunannya untuk menghindari data doble, nanti ngo sudah bantu dibantu.
Lanjut Yasin pertemuan dengan NGO tersebut merupakan langkah awal untuk mensuksesan program pemulihan pasca bencana gempa dan tsunami.
Pemda juga tidak bisa berbuat tanpa bantuan dari pihak ketiga atau lembaga kemanusian lainnya mengingat keterbatasan anggran daerah.
“Ini persoalan kemanuasian, anggaran pemda melalui APBD hanya 1 T sedangkan kalkulasi dana penanganan pasca bencana diperkirakan sebanyak 6 T lebih.
Pemda Donggala juga butuh bantuan dari lembaga luar,” ungkapnya.
Yasin mengatakan puluhan NGO yang ada di Donggala saat ini fokus membangun sekolah, membantu tempat penampungan air (tandom), atau membantu jaminan hidup (jadup) yang secara kalkulasi pemda hanya bisa menagani selama dua bulan saja.
(mg6/palu ekspres)






