Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Data Dinilai Sudah Tidak Valid, Kemenag Akan Perbarui Data Pemeluk Islam di Palu

Mun'im Godal

PALU EKSPRES, PALU – Bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di wilayah Kota Palu pada 28 September 2018 lalu, yang menyebabkan ribuan korban jiwa, secara langsung turut berpengaruh pada data jumlah pemeluk agama Islam di Kota Palu.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Dr. H. Mun’im Godal mengungkapkan pihaknya akan melakukan pembaruan data, terkait perubahan jumlah pemeluk agama Islam yang ada di Kota Palu tersebut.
“Kita kan baru saja kena musibah, dampak dari musibah itu banyak masyarakat Muslim yang meninggal dunia, sehingga data pemeluk agama Islam di Kota Palu saat ini sudah tidak valid, karena kita masih menggunakan data tahun 2017,” jelas Mun’im, di ruang kerjanya, Selasa 26 Maret 2019.

Mun’im menegaskan pembaruan data tersebut sangat penting, sebagai upaya dari penerapan tertib data di Kemenag. Hal ini juga menjadi kewajiban Kemenag, kata Mun’im, untuk menyediakan data bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.
“Data jumlah pemeluk agama Islam itu adanya dan harusnya sumbernya diambil dari Kemenag, tidak bisa diambil dari tempat lain,” tegasnya.

Untuk proses pembaruan data tersebut, Bimas Islam Kemenag Kota Palu mengambil langkah membentuk tim yang akan turun langsung melakukan pendataan. Tim tersebut dalam tugasnya akan menghubungi tiap Kelurahan yang ada di delapan Kecamatan di Kota Palu. Setelahnya, tim Bimas Islam akan turun langsung ke semua RW dan RT di tiap Kelurahan.

“Setelah mendapatkan nomor kontak Kelurahan untuk meminta nama RT dan RW yang ada di dalamnya, kita turun menyisir melakukan pendataan baik-baik, supaya data kita ini benar-benar valid,” ujarnya lagi.

Terkait pembaruan data jumlah Masjid di Kota Palu, Mun’im mengaku pihaknya telah selesai melakukannya.
“Sekarang data Masjid sudah clear lengkap dengan fotonya, tinggal klik aplikasi Sistem Informasi Masjid (Simas), Insyaallah sebut saja nama Masjidnya sudah keluar,” tandasnya. (abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital