Selasa, 11 Agustus 2026

Wali Kota: Tanah Kaili Cinta Toleransi

ORASI – Di atas panggung (dari kiri ke kanan) Kakanwil Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada, Kapolda Sulteng, Rudi Sufahriadi, Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, Ketua MUI Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, Asisten I Pemprov Sulteng, Arif Latjuba, bersama unsur Forkompinda lainnya, saat melakukan orasi kebangsaan, pada Apel Nusantara Bersatu, di Anjungan Nusantara Palu, Rabu 30 November 2016. (foto: JAFAR G BUA)

PALU, PE – Ribuan warga Kota Palu dari berbagai elemen, di antaranya tokoh masyarakat, pemerintah, unsur TNI dan Polri, pemuda, mahasiswa, pelajar, serta warga sipil lainnya, memenuhi Anjungan Nusantara Palu, mengambil bagian dalam gelaran Apel Nusantara Bersatu, Rabu 30 November 2016 pagi.

Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari Apel Nusantara Bersatu, yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, dan diprakarsai oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, sebagai wujud merekatkan kebhinekaan di NKRI.

“Tanah Kaili adalah tanah yang sangat mencintai toleransi, sangat mencintai kekeluargaan dan kegotongroyongan. Saya kira tidak ada alasan kita untuk ikut-ikutan dalam kegiatan yang memecah kita semua,” ujar Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, usai mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Hidayat, yang turut memberikan orasi kebangsaan, masyarakat Kaili di Sulteng juga sangat mencintai kedamaian. Sehingga diaberharap, agar seluruh masyarakat, terutama generasi muda, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Masyarakat kita cinta kedamaian (dan keragaman). Buktinya, di sini ada orang Kaili yang berasal dari Bugis, orang Kaili yang berasal dari Manado, dari Tionghoa, dari Arab dan India. Suku-suku bangsa yang hidup di sini pasti terlindungi,” jelas Hidayat.

Komandam Korem (Danrem) 132 Tadulako, Kolonel Inf. Muh. Saleh Mustafa, mengatakan kegiatan yang turut diisi pertunjukan seni kolaborasi dari berbagai tradisi, bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat ke-Indonesiaan dan kebhinekaan.

“Dari kebhinekaan kita menyatukan kembali semangat ke-Indonesiaan. Bangsa kita menghadapi suatu problema yang sangat memungkinkan adanya intervensi-intervensi atau ancaman yang mengganggu persatuan dan kesatuan kita,” jelas Danrem.

Danrem melanjutkan, pihak TNI bersama-sama dengan masyarakat, akan terus melakukan upaya-upaya dalam wujud kecintaan terhadap NKRI.
“Kita akan mewujudkan kerjasama dengan segenap komponen masyarakat, untuk bagaimana masyarakat mencintai NKRI,” imbuh Danrem.

Kegiatan Apel Nusantara Bersatu, di Anjungan Nusantara palu, diawali doa bersama lintas agama, yang dipimpin oleh para tokoh agama, dari lima agama yang dianut masyarakat Indonesia. Selanjutnya, digelar orasi kebangsaan, yang berturut-turut disampaikan Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, Kapolda Sulteng, Brigjend Pol Rudy Sufahriadi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, dan tokoh Pemuda.

Turut hadir dalam Apel tersebut, Asisten I Pemprov Sulteng, Arif Latjuba, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada, serta beberapa perwakilan Forkompinda Sulteng. (mg01)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization