PALU EKSPRES, PALU – Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu mempersiapkan sebanyak 60 orang siswa, yang diikutkan pada pelatihan mubalig, sebagai persiapan untuk kegiatan safari Ramadan 1440 H MAN 2 Kota Palu.
Para peserta pelatihan tersebut sebagian besar berasal dari siswa kelas X MAN 2 Kota Palu, serta beberapa lainnya dari kelas XI.
Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari, di aula MAN 2 Kota Palu mulai dari Rabu 15 Mei 2019. Kepala MAN 2 Kota Palu, H. Muh. Anas menerangkan, dari 60 orang siswa yang mengikuti pelatihan akan diseleksi menjadi tersisa 20 orang yang nantinya akan ditugaskan menjadi mubalig pada safari Ramadan.
“Ada 60 siswa yang ikut pelatihan, nanti diseleksi menjadi 20 orang untuk bertugas pada safari Ramadan. Kegiatan safari Ramadan rencananya dilaksanakan selama tiga hari pada 19-21 Mei 2019,” ujar Anas, di ruang kerjanya, Rabu 15 Mei 2019.
Dijadwalkan, safari Ramadan MAN 2 Kota Palu akan menyambangi sebanyak 15 Masjid selama tiga hari. Masing-masing pada tanggal 19 Mei 2019 di daerah Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, tanggal 20 Mei 2019 di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, dan tanggal 21 Mei 2019 di Kecamatan Palu Utara Kota Palu.
“Jadi targetnya setiap hari ada 5 Masjid yang dikunjungi,” imbuh Anas.
Ia berharap melalui kegiatan safari Ramadan yang diisi oleh mubalig dari kalangan siswa, dapat membiasakan para siswa untuk tampil memberikan pencerahan di depan masyarakat umum. Hal ini juga menurutnya untuk memperlihatkan kepada masyarakat, bagaimana kualitas siswa dan alumni Madrasah di tengah-tengah masyarakat.
Sekaligus, para siswa mubalig tersebut nantinya juga akan menyampaikan sosialisasi tentang program-program unggulan MAN 2 Kota Palu. Salah satunya adalah MAN 2 Kota Palu telah membuka kelas tahfiz (hapalan) Alquran, yang saat ini telah membina sebanyak 63 orang siswa.
“Safari Ramadan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun, dan Insyaallah akan terus kita kembangkan,” tandas Anas.
Kegiatan pelatihan Mubalig para siswa MAN 2 Kota Palu, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, H. Ma’sum Rumi yang sekaligus memberikan pembekalan kepada para siswa calon mubalig.
Dalam kesempatan tersebut, Ma’sum berpesan kepada para siswa untuk tidak gugup ketika tampil, sehingga pesan-pesan agama yang dibawakan dapat tersampaikan dengan sistematis dan menarik. Selain itu, seorang mubalig juga harus mampu menguasai medan dakwahnya, salah satunya dengan memahami kondisi sosial masyarakat di lokasi dakwahnya.
“Ini agar materi yang disampaikan tidak menimbulkan resistensi atau penolakan dari masyarakat,” ujar Ma’sum.
Ma’sum juga berpesan agar para siswa mubalig dapat betul-betul menguasai materi yang dibawakan. Ia mencontohkan, selain menyampaikan ayat Alquran juga harus mampu menjelaskan sebab turunnya ayat tersebut, begitupun dengan hadis Nabi Muhammad SAW.
“Lalu kalau menyampaikan ceramah, perhatikan waktu. Jangan terlalu lama, paling tidak 15 menit ceramahnya, agar jemaah tidak menjadi bosan,” tutupnya.
(abr/palu ekspres)






