Ilustrasi rumah warga yang sudah diperbaiki pasca bencana. Foto: Niko/PE
PALU EKSPRES, SIGI– Mantan anggota DPRD Kabupaten Sigi, Torki Ibrahim Turra, meminta tim DPRD Kabupaten Sigi yang akan berangkat ke Jakarta menemui pihak Kementrrian PUPR dan BNPB, agar supaya bisa memperjuangkan sesuai aspirasi warga soal dana stimulan.
Warga menurut Torki, meminta agar bukan hanya warga yang sudah membangun rumahnya diberikan dana tunai, melainkan seluruh warga penerima dana stimulan yang terdaftar penerima dana stimulan rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan diberikan juga dana dalam bentuk tunai.
“Saya selaku masyarakat Sigi meminta kepada tim DPRD Kabupaten Sigi yang mengurus soal dana stimulan, dapat meminta perubahan juklak dan juknis penyaluran dana stimulan kepada pihak kementerian PUPR dan BPBD Pusat. Dimana penyaluran dana stimulannya dalam bentuk bahan bangunan, diganti dengan bentuk uang tunai kepada masyarakat penerima dana stimulan,” kata Torki, Kamis 27 Juni 2019.
Torki menyebutkan, juklak dan juknis penyaluran dana stimulan di tengah masyarakat terkesan dipaksakan karena tidak sesuai apa yang menjadi keinginan di lapangan.
“Kan masyarakat penerima dana stimulan maunya dana tunai, kok pemerintah memberikan dalam bentuk bahan bangunan. Inilah yang jadi persoalan di lapangan. Olehnya, mudah-mudahan saja tim dari DPRD Kabupaten Sigi dapat memperjuangan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu lanjut kata Torki, kalau pemerintah tidak mau memberikan bantun dana tunai kepada masyarakat penerima dana stimulan, bisa diberikan melalui rekening mereka masing-masing.
“Serahkan saja bantuan dana stimulan itu ke masyarakat dan tidak usah diintervensi soal masalah ukuran rumah atau model bangunannya. Nanti masyarakat sendiri yang membangun rumahnya sesuai apa yang menjadi keinginan mereka. Soal cukup atau tidaknya itu dana stimulan, itu urusan masyarakat masing-masing, yang penting dana stimulanya sudah diberikan kepada yang berhak menerima dana stimulan tersebut,”akunya.
Sebagian masyarakat penerima dana stimulan kata Torki, sangat berharap dana stimulan itu bisa digunakan untuk pengadaan bangun rumah dan digunakan untuk modal usaha. Sebab kalau hanya diberikan bahan bangunan, masyarakat tidak dapat bangkit untuk membangun perekonomian mereka yang hancur akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. (mg4/palu ekspres)






