PALU EKSPRES, SIGI– Tim Inafis Polda Sulawesi Tengah menyelidiki penyebab kebakaran di hunian sementara atau Huntara Kompas di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru yang terbakar pada Minggu sore, 4 Agutus 2019. Tim inafis melakukan peninjauan langsung di lokasi kebakaran didampingi dari pihak kordinator Huntara Kompas, Muso, beserta para warga yang tinggal di huntara itu.
“Kebakaran terjadi pada minggu sore dan menghanguskan dua petak huntara yang ada,” kata Kordinator Huntara Kompas, Muso, kepada tim Inafis Polda Sulteng, Senin, 5 Agustus 2019.
Muso mengatakan, secara keseluruhan ada 20 huntara yang terbakar. Karena setiap satu petak huntara itu berisi 10 pintu huntara. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini karena pada saat kejadian, sebagian warga tidak berada di tempat, mereka sedang bekerja,” ujar Muso.
Kata Muso, kebakaran ini diduga bermula dari kamar huntara yang dihuni Intan, dimana pada saat kejadian yang bersangkutan tidak ada ditempat. “Tiba-tiba saja asap tebal keluar dari kamar huntara milik Intan, yang berada di sebelah barat Huntara Kompas Desa Lolu, dan tidak menunggu waktu lama api keluar dan menjalar ke semua huntara yang ada di sekitarnya,” urai Muso.
Pada saat itu, Tim Inafis Polda Sulteng mengumpulkan sejumlah data, yang nantinya akan disimpulkan penyebab kejadian kebakaran tersebut. Sementara itu, sejumlah bantuan untuk kebutuhan warga yang terdampak kebakaran, seperti beras, selimut dan kebutuhan lainnya sudah ada di lokasi. Untuk sementara, warga yang terdampak kebakaran tinggal di Huntara Kompas lainnya yang masih kosong di sekitar lokasi tersebut.
Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta, sebelumnya telah melakukan peninjauan di lokasi kebakaran. Dimana pada saat peninjauan itu, Irwan meminta Dinas Sosial dan BPBD Sigi untuk mengurus segera apa saja yang menjadi keperluan masyarakat yang menjadi korban kebakaran di huntara kompas Desa Lolu. (mg4/palu ekspres)






