PALU EKSPRES, PALU– Setelah memasifkan sosialisasi tahapan Pamilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilawali) 2020 langsung kepada masyarakat, KPU Palu kini memperkuatnya dengan membentuk media center dan website.
Sarana penyebar luasan dan sumber informasi ini dilaunching bersamaan, Rabu 4 Desember 2019 di Sekretariat KPU Palu. KPU menyediakan ruangan berukuran 8 meter persegi di sisi kiri sekretariat untuk kepentingan media center tersebut.
Sebagaimana diketahui, dalam melaksanakan tahapan Pilwali, KPU Palu menggandeng sedikitnya 21 media massa. Baik elektronik maupun cetak. Tujuannya agar segala informasi terkait pelaksanaan tahapan Pilwali sampai kepada publik.
Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid mengaku menyadari betul peran strategis media dalam pusaran pelaksanaan Pilwali 2020 nanti. Yaitu peran penyebar luasan informasi dan sebagai tameng beredarnya informasi bohong (Hoaks).
Menurutnya sejauh ini respon publik terhadap informasi media massa telah melahirkan interaksi masyarakat kepada KPU Palu. Berangkat dari informasi media, tak jarang publik mengontak langsung para komisioner untuk menindaklanjuti informasi media tersebut.
Dia menyebut, secara umum media center nantinya diharap menjadi wahana desiminasi informasi publik terhadap hal berkaitan Pilwali 2020.
“Ini ruang komunikasi dan informasi terhadap akses publik,”jelasnya.
Keberadaan media center dan website resmi KPU Palu jelasnya juga akan menyempurnakan fungsi Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang sebelumnya telah menjadi wahana informasi KPU tentang segala hal Kepemiluan.
“Media center dan RPP ini akan menjaga keseimbangan Pilwali 2020.
Di RPP kami menyiapkan info grafis tentang kepemiluan,”terang Agussalim.
Dengan media center, pihaknya sebut Agus berharap kerja-kerja jurnalistik bisa terbantu dalam proses penyebarluasan informasi Kepemiluan. Meski dengan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.
Media center juga diharapkan menjadi Komunikasi massa serta menciptakan ruang dialegtika. Dan terbuka bagi masyarakat terkait informasi kepemiluan khususnya Pilwali 2020 mendatang.
“Kami berupaya memberi yang terbaik bagi masyarakat. Melalui media center ini semoga informasi tahapan Pilwali bisa sampai secara utuh ke masyarakat,”sebutnya.
Agus menambahkan, pihaknya akan berusaha sekuat tenaga agar pemilihan kepala daerah nantinya berintegritas. Untuk harapan ini menurutnya memang sangat dibutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder terkait.
“KPU akan berbenah untuk tingkatkan kapasitas kelembagaan internal maupun ekternal. Agar demokrasi kita berjalan sesuai harapan,”ujarnya.
Langkah dan strategi yang telah dilakukan KPU Palu sejauh ini menurutnya juga untuk mendongkrak partisipasi pemilih. Karena dalam perjalan pesta demokrasi di Palu, trend peningkatan partisipasi pemilih menunjukkan persentase yang terus bergerak naik.
Pada Pilkada tahun 2010, persentase partisipasi itu berada pada angka 59,56persen. Tahun 2015 naik menjadi 61,17persen dan pada Pemilu tahun 2019 naik lagi menjadi 86persen.
“Target kita Pilwali 2020 nanti partisipasi ini bisa naik. Atau paling tidak kita pertahankan pada angak 86persen,”demikian Agussalim.
Sementara itu, Komisioner KPU Sulteng, Halima menyebut, KPU Palu pada pemilu-pemilu sebelumnya memang telah menjalin kerjasama yang baik dengan media massa.
Sebagai mantan Komisioner KPU Palu, Halima mengaku insan pers selalu konsisten mengawal kinerja KPU Palu.
“Media itu mata dan telingan KPU tentang seluruh hal yang terjadi di lapangan,”sebut Halima.
Dengan keterlibatan media dalam mengawal tahapan Pilwali, Halima berharap informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi akurat dan objektif. Informasi media massa kata dia adalah informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan disajikan lengkap dengan konfirmasi.
“Opini publik biasanya diawali opini pribadi tanpa mengkroscek objek berita. Peran media disini untuk mengindari informasi keliru,”demikian Halima.
Peresmian media center KPU Palu dihadiri Kepala Kesbangpol Palu, pejabat mewakili Kapolres dan Dandim 1306 Donggala-Palu. Serta pimpinan Bawaslu Kota Palu. (mdi/palu ekspres)






