Sabtu, 15 Agustus 2026
Palu  

Bappeda: Kemiskinan Sulteng 2024 Ditargetkan Turun Jadi Satu Digit

PALU EKSPRES, PALU–  Angka kemiskinan 2024 Sulawesi Tengah ditargetkan turun di level satu digit. Ini salah satu kesimpulan rapat koordinasi strategi penanggulangan kemiskinan se Sulawesi Tengah. Upaya ini selaras dengan pesan Gubernur Longki Djanggola kepada Hasanuddin Atjo saat dilantik menjadi Kepala Bappeda Sulteng beberapa waktu lalu bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu prioritas di kepemimpinannya.

Kepala Bappeda Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo mengemukakan, angka kemiskinan di Sulawesi Tengah tergolong tinggi. Maret 2019 angka kemiskinan bertengger di angka 13,76 persen berada di atas nasional sebesar 9,70 persen. “Kondisi ini menurutnya disebabkan oleh dua hal yaitu,  pertama belum maksimalnya intervensi program penanggulangan kemiskinan di daerah ini. Dan kedua, masih minimnya investasi swasta di sektor pangan dan pariwisata yang nota benenya dapat membuka lapangan kerja yang luas,” kata Hasanuddin Atjo pada Rakor yang dilaksanakan Senin, 9 Desember 2019  di Aula  Kantor Bappeda Sulteng dan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah  diwakili Asisten Administrasi Pembangunan, Dr. Bunga Elim Somba. Peserta Rakor adalah para Wakil Bupati, Kepala Bappeda kabupaten/kota dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Atjo merinci mengenai  Intervensi program penanggulan kemiskinan seperti menjaga tingkat inflasi di daerah; Subsidi dan pemanfaatan dana Desa serta; Bantuan sosial dipandang belum efektif dan tepat sasaran. Dicontohkan bahwa sering ditemukan belum selarasnya program subsidi seperti ketersediaan benih dan pupuk dengan musim tanam setempat yang menyebabkan produktifitas tidak meningkat.

Kemudian, belum sesuainya rancangan pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan ekonomi desa. Serta, masih banyak ditemukan kasus bantuan sosial seperti kartu sehat, kartu pintar dan bantuan beras yang kurang tepat sasaran oleh karena rendahnya kualitas data terkait dengan kemiskinan.

Atjo menambahkan, investasi swasta di sektor pangan dan pariwisata yang bisa menyerap tenaga kerja di daerah ini kurang berkembang. Penyebabnya, antara lain karena tingginya nilai ICOR  (Incremental Capital Output Ratio) yang tinggi.

“Secara nasional nilai ICOR kita sekitar 6.60 (tertinggi di ASEAN) dan secara provinsial, Sulawesi Tengah berada di angka 7.14. Artinya untuk menambah 1 unit ouput dibutuhkan tambahan 7.14 input,” kata Ketua Ikatan Sarjana Perikanan (Ispikani) itu.

Menurut Atjo, nilai ICOR tinggi antara lain disebabkan mahal dan susahnya memperoleh lahan, perizinan yang panjang dan berbelit, lemahnya jaminan keamanan investasi, prilaku dan skill tenaga kerja kurang bisa menyesuaikan dengan standar pasar kerja, kondisi infrastruktur dasar yang kurang menunjang serta produktifitas komoditas yang rendah, berskala kecil dan tersebar.

Hasanuddin Atjo yang juga wakil ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)  Sulawesi Tengah mengemukakan kita harus membangun pikiran lompatan, bekerja secara terintegrasi dengan kabupaten kota serta membangun transformasi sosial terkait dengan mindset masyarakat terhadap program bantuan dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dicontohkan bahwa untuk mengukur kemiskinan di suatu wilayah digunakan ukuran pengeluaran terhadap 9 kelompok makanan dan 5 kelompok non makanan. Bila nilai kalori yang dikonsumsi masyarakat per kapita per hari kurang dari 2100 kilo calori, maka yang bersangkutan dikategorikan sebagai warga miskin.

“Yang menarik dari data yang ada menunjukkan bahwa dari struktur pengeluaran kelompok makanan, porsi untuk beras sekitar 20 persen, rokok 18 persen, namun untuk ikan dan telur masing-masing hanya sekitar 2 persen. Pedahal kedua sumber protein ini menyumbang kalori yang tinggi dan diperlukan untuk asupan gizi dalam rangka mengurangi angka stunting dan membentuk daya saing SDM ke depan,” kata ketua Shrimp Club Indonesia wilayah Sulawesi ini.

Menuju angka kemiskinan di level satu digit tambahnya, maka daerah dituntut mengembangkan sejumlah inovasi daerah. Inovasi itu antara lain terkait perencanaan yang berbasis digital dan GIS untuk pemetaan kantong-kantong kemiskinan dan mengurangi kesalahan tidak tepat sasaran. Selanjutnya,  inovasi terkait dengan peningkatan produksi komoditas yang terintegrasi hulu dan hilir yang disebut “ Smart Farming”. Kemudian, pengembangan pendidikan vokasi yang terkait dengan pangan dan pariwisata. Selain itu daerah juga  harus memperbaiki nilai ICOR melalui sejumlah regulasi dan kemudahan agar memiliki data tarik investasi.

Atjo memberikan keyakinan bahwa angka satu digit bisa dicapai dikarenakan beberapa hal antara lain. Posisi Sulteng yang berhadapan dengan IKN, Ibukota Negara Baru di Kalimantan sehingga dapat berperan sebagai jembatan penghubung antara IKN baru dengan Kawasan Timur Indonesia melalui tol Tambu-Kasimbar; Penyangga di sektor pangan, tenaga kerja yang memiliki skill dan bersertifikat dan sumber baterai lithium serta ; Menjadi destinasi wisata bagi warga IKN karena jarak yang dekat sejumlah destinasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Diakhir penyampaiannya, Atjo mengemukakan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan di level satu digit semuanya berpulang kepada bagaimana membangun frekuensi yang sama antara provinsi dan kabupaten/kota.  “Bagaimana melibatkan semua pemangku kepentingan yang dikenal dengan pendekatan “Penta Helix” yaitu Pemerintah, Akademisi, Pengusaha, Komunitas dan Media,” ujarnya. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius