Senin, 18 Mei 2026
Opini  

Melahirkan Generasi yang Bukan “Kaleng-kaleng”

IMG_20200102_173737

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

ISTILAH Kaleng-Kaleng dikenal sebagai bahasa gaulnya Milenial Makassar. Suatu ketika saya tertarik oleh percakapan di medsos tentang sebutan kaleng-kaleng dan ingin masuk lebih dalam lagi agar bisa memahami dan memaknainya.

Dalam dialog itu Si “Unjung “ mengatakan “Bundu”! Na bilang Ko “Sangkala” besar ji caritanu, tena harapang…. Dengan santai “Bundu ” berkomentar Jangan mi ko dengar itu “bodoh”…. Kaleng-Kaleng ji itu. Ka tau ji toch artina kaleng-kaleng?. Banyak ji caritana, tena isina. Nyaring ki lagi bunyina…… Mau jadi apami kalau mau kita bati-batii…..kata “Bundu”.

Dari dialog di atas terungkap bahwa dalam satu generasi ada tiga karakter yang berbeda satu sama lain. “ Bundu” mewakili kelompok yang ingin maju dan tidak terperangkap dengan hal-hal yang kurang produktif , sehingga dia berada di gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. “Sangkala” mewakili kelompok yang kekeh dengan pikirannya dan tetap bertahan di stasiun kereta. “Unjung” mewakili kelompok “bingung” karena terperangkap dengan situasi wait and see. Tidak ke kelompok satu dan juga tidak ke kelompok lainnya. Dari analisis ini generasi yang bukan “kaleng-kaleng” adalah “Bundu”.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana skenario melahirkan generasi yang bukan “kaleng-kaleng”. Apalagi diperhadapkan dengan tantangan Industri 4.0 dan Society 5.0 serta harapan menjadi Indonesia Hebat tahun 2045. Kesemua ini menuntut lahirnya sejumlah SDM unggul yang antara lain memiliki skill dan knowledge serta berkarakter adaptif, inovatif dan update.

Secara makro ada tiga pendekatan yang dapat dipergunakan untuk itu yaitu perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan, pengangguran dan stunting merupakan persoalan mikro yang perlu menjadi salah satu fokus perhatian. angka kemiskinan secara nasional di tahun 2018 sekitar 9,7 persen dan Provinsi Sulteng sekitar 13,7 persen. Pengangguran Nasional dan Provinsial Sulteng sekitar 5,1 persen. Selanjutnya angka stunting secara nasional sekitar 31 persen dan provinsi sekitar 32 persen. Stunting adalah kondisi anak balita di sebuah wilayah yang perkembangan fisik dan otaknya di bawah normal. Dan, ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan kesehatan lingkungan yang tidak mendukung.

Sudah ada sejumlah regulasi yang terkait dengan upaya melahirkan SDM unggul secara nasional maupun regional. Dan semua ini berpulang kepada kreatifitas daerah, karena daerah lah yang memiliki masyarakat. Melahirkan SDM unggul atau bukan “kaleng-kaleng” menjadi tugas bersama lima pemangku kepentingan atau stakeholders yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media.

Ini semua bisa berjalan sesuai harapan berpulang kepada kapasitas dan kualitas pemimpin daerahnya. Pilkada tahun 2020 yang bertujuan melahirkan pimpinan daerah merupakan key point. Karena “ dia” lah yang akan menjadi inspirator atau sutradara terhadap lahirnya skenario lahirnya manusia unggul alias bukan “kaleng-kaleng”. Karena itu Pilkada 2020 memiliki nilai yang sangat strategis. Salah memilih, maka harapan melahirkan SDM unggul hanya menjadi catatan. Semoga. ***

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem