Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

Global Warming

Oleh : Nur Sang Adji

HARI-hari di paruh akhir Januari 2020 ini, belahan bumi tertentu di Indonesia ditimpa terik yang sangat panas. Tertinggi ada di Palu dan Luwuk. Kedua daerah ini ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Temperatur beranjak mendekati 40 derajat Celcius. Inikah fenomena pemanasan global (global warming)?

Tiba tiba, saya ingat Algore. Ya, Albert Arnold Gore Jr. Mantan wakil presiden sekaligus mantan calon presiden Amerika. Dia pernah menulis buku yang sangat menyentak dunia. Buku itu berjudul “An inconvenient truth. The Planetary Emergency of Global Warming and What We Can Do About It”. Judul ini pun telah difilmkan. Bila diterjemahkan, bisa bermakna sebuah kebenaran yang tidak nyaman. Emergensi planet terkait pemanasan global dan apa yang bisa kita lakukan.

***
Dalam musim panas di kampus Universite Jean Moulin, Lyon 3-France, tahun 1995, saya menyaksikan sendiri dosen saya menolak fenomena perubahan iklim ini. Beliau adalah sedikit dari pakar klimatologi yang tidak percaya adanya pemanasan global. Dengan membandingkan posisi matahari dan fenomena Atmosfir (temperatur, kelembaban, curah hujan dan lainnya) berpuluh tahun, beliau berkesimpulan sebagai mekanisme alam semata.

Saya sebagai muridnya berpandangan bahwa mekanisme alam yang konstan itu, dalam dimensi waktu telah disusupi oleh bahan sintetis atau bahan alamiah yang berlebihan, produksi antropogenik. Kurvanya secara linier meningkat dan beri pengaruh juga secara linier pada terutama, temperatur yang terus bergerak naik. Al Quran mensinyalir, telah nampak kerusakan di darat maupun di laut disebabkan oleh perbuatan manusia (antroposentris).

Karena itu saya percaya bahwa perubahan iklim (climate change) dan pemanasan global (global warming) itu, benar terjadi.

Algore menekankan dalam bukunya itu bahwa perubahan iklim dan pemanasan global adalah sesuatu yang benar adanya. Namun, kebenaran itu tidak mengenakan karena dampak kritisnya harus diantisipasi dengan perubahan pola dan atau kebiasaan hidup kita sebagai manusia modern. Kita dengan begitu, harus bersedia mengorbankan kenyamanan untuk lindungi bumi.

***
Ciri hidup manusia modern itu adalah merubah (modify), mengambil (taking) dan menggantikan (subtitution). Intinya adalah “denatured”. Artinya, merubah, mengambil dan memodifikasi yang alamiah (natural resources) menjadi buatan (artificial). Dan, untuk proses ini, lahirlah energi, produk dan sampah beserta dampak ikutannya.

Mulai dari hutan, laut sampai udara. Semuanya kita jamah untuk atas nama kelangsungan hidup. Tidak salah. Sebab, bumi diciptakan untuk dikelola bagi kesejahteraan manusia (antroposentris). Namun untuk alasan yang sama, bumi harus dilindungi (ekosentris) oleh kita (fungsi khalifatullah fil ard). Itu, karena bumi dibentuk dengan keterbatasan daya dukung (carying capacity) dan daya tampung (assimilation, absorbtion).

Sandang, pangan dan papan mengharuskan kita buka hutan. Ramuan hasil hutan terutama kayu, sangat multi fungsi. Buka hutan juga perlu untuk budi daya pertanian. Tapi, pertanian tanpa hutan akan sulit di satu ketika. Karena, jasanya (ecosystem services) sebagai pengatur daur hidrologi menurun. Praktik buka hutan dengan membakar, menjadi persoalan tersendiri. Di sini emisi gas rumah kaca (GRK) terutama dari unsur carbon akan penuhi atmosfir. Hutan, dengan demikian menjadi pelindung dan sekaligus penyebab, pada pengelolaan yang berbeda.

***
Sawah yang mengirimkan beras kepada kita, juga adalah sumber gas rumah kaca. Di sini, gas metan diproduksi oleh bakteri “unaerob” tanpa oksigen. Gas ini juga bisa muncul di tumpukan sampah atau limbah peternakan sebagai proses pembongkaran bahan organik oleh bakteri yang sama. Gas metan atau CH4 ini merupakan salah satu GRK yang sangat berkontribusi dalam proses terjadinya pemanasan global.

Secara awam, coba amati alam di pagi hari saat matahari memancar terik. Bila tiba-tiba terjadi mendung, kita akan merasakan penat atau gerah yang sangat. Itu terjadi akibat panas terkurung oleh elemen kontributor GRK berupa uap air atau hidrogen. Mobil kita yang terkunci rapat dan terpapar matahari, juga membantu penjelasan ini. Itulah fenomena kerjanya GRK. Disebut begitu karena, seperti kaca, dia melalukan sinar datang yang membawa panas, lalu memerangkapnya. Dan, karena terjadi menyeluruh, maka kita sebut global (baca : global warming).

***
Untuk mengeremnya dibutuhkan dua hal : kurangi sumber penyebabnya (pabrik, kenderaan dan alat modern lainnya) dan lindungi pelunak atau remedialnya (konservasi hutan dan sejenisnya). Dan, di sinilah duduk persolan yang ditulis Saleh tentang negosiasi antara timur vs barat, negara maju vs berkembang dan pemilik pabrik vs pemilik hutan.

Program dunia yang diinjeksi pada percaturan ini, REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) masih butuh komitmen penghuni bumi, global maupun lokal.

Sangat penting dan segera, karena Global warming ini memiliki efek yang luas menyangkut keselamatan kehidupan. Kesehatan manusia, seperti kanker kulit, katarak sebagai contoh dan perubahan iklim itu sendiri, sebagai akibat yang memproduksi bencana baru beserta ikutannya. Naik air laut, banjir, kekeringan, longsor, hilangnya keragaman hayati adalah akibat ngeri yang sekarang telah nampak.

Jadi, kalau kita peduli, bukan semata karena komitmen dunia, tapi karena kita sadar bahwa akibatnya, kitalah yang hadapi. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius